Jadilah Pahlawan Masa Kini, AMIK BSI Bekasi Gelar Talkshow Kepahlawanan

Jadilah Pahlawan Masa Kini, AMIK BSI Bekasi Gelar Talkshow Kepahlawanan


Bekasi, HanTer - Sebutan pahlawan bukanlah sebuah nama yang diberikan kepada seseorang secara mudah. Akan tetapi perlu pengorbanan Jiwa dan Raga untuk memperoleh sebutan sebagai Pahlawan. 
 
Sebagimana yang telah dilakukan para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia di masa lalu. Mereka korbankan semuanya untuk merebut kemerdekaan dari sekutu-sekutu yang menjajah tanah air tercinta ini. 
 
Lalu muncul sebuah pertanyaan kepada kita sebagai generasi penerus bangsa yang sedang merasakan kemerdekaan. Upaya apakah yang perlu kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan ? Jawabannya simple saja teruslah belajar dan belajar dalam mengisi kemerdekaan yang telah didapatkan sampai saat ini.
 
Dengan menyambut Hari Kartini Senat Mahasiswa BSI Bekasi mengadakan kegiatan Talkshow Kepahlawanan pada hari Sabtu, 28 April 2018 di Aula Kampus BSI Bekasi  yang dihadiri oleh mahasiswa AMIK BSI Bekasi dan IKBM BSI se-Jabodetabek. Acara tersebut di Mulai dari pembukaan registrasi peserta pada jam 09:00 WIB. 
 
Pada Talkshow ini di isi oleh narasumber terpercaya yaitu ibu Fara Mutia, S.Pd, M.Pd dan Bpk. Hasan Basri, S.Kom menyampaikan materi dengan penuh rasa kekartinian di zaman kekinian. Artinya bahwa jiwa kartini bisa tetap diimplementasikan pada zaman sekarang. karena Kartini adalah sosok wanita yang telah berjuang menjadi pelopor pembela kaum wanita.
 
Selain itu Kartini juga berjasa bagi kaum perempuan Indonesia dan tidak luput pandagan kaum laki – laki terhadap kaum perempuan saat ini,” kata Fara Mutia.
 
Hasan Basri, S.Kom sebagai pemateri kedua juga ikut serta angkat suara untuk berbicara tentang sejarah pahlawan. Namun agak sedikit berbeda dengan bu fara yang menjelaskan pejuang wanita, sedangkan  beliau menjelaskan napak tilas kemerdekaan bangsa Indonesia.
 
Tepatnya mengenai peristiwa penculikan Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. dimana perjuangan golongan tua dan golongan muda yang mempunyai peran dalam peristiwa Rengasdengklok. golongan mudalah yang mendesak bung Karno dan bung Hatta agar segera diasingkan ke Rengasdengklok. 
 
 

(***)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com