Menpora: Pemecahan Rekor Poco-poco Menjadi Salahsatu Promosi Asian games

Menpora: Pemecahan Rekor Poco-poco Menjadi Salahsatu Promosi Asian games

Jakarta HanTer - Rapat Koordinasi Stakeholders ke-2 kegiatan pemecahan rekor dunia senam Poco-Poco kembali digelar di Wisma Kemenpora, Jumat (4/5/2018). Kegiatan berlangsung meriah dan seluruh peserta yang hadir, semakin yakin menatap kesuksesan pecah rekor tersebut yang akan dihelat 5 Agustus mendatang. 
 
Senam tradisional ini diharapkan, mampu semakin terkenal di seluruh penjuru dunia seiring dengan digelarnya kegiatan ini. Proses pemecahan rekor sendiri akan melibatkan sampai 65 ribu orang. Mereka akan berbaris rapi sepanjang 15 Kilomter dari Istana Negara hingga kawasan Gelora Bung Karno dengan melewati Jalan MH Thamrin dan Sudirman.
 
Kemenpora dengan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) didukung Dharma Wanita Persatuan Kemenpora ingin melestarikan dan menduniakan senam ini ke dunia internasional. Layaknya Gangnam Style yang mendunia dari Korea, poco-poco juga diharapkan bisa lebih terkenal lagi. 
 
Karena itu, Asian Games harus bisa menjadi demam karena sudah tinggal 104 hari lagi digelar pada 18 Agustus mendatang. Dengan meriah poco-poco dan banyaknya masyarakat yang ikut ambil bagian pemecahan rekor dunia ini, maka bisa dipastikan, demam Asian Games mulai terasa.
 
Menpora Imam juga menjelaskan bahwa dirinya sangat mendukung senam nusantara poco-poco diperkenalkan dan dijadikan icon senang dari nusantara untuk diperkenalkan menyongsong Asian Games 2018. Dengan pemecahan rekor ini pula, Asian Games 2018 bisa dipromosikan semakin masif. 
 
"Ini adalah arahan dari Bapak Presiden (Joko Widodo, red) terus mempromosikan Asian Games karena Pemecahan rekor Poco-Poco dunia ini ajang yang betul-betul besar. Wujud tanggung jawab sebagai bangsa. Asian Games ini martabat dan marwah sehingga harus dimaksimalkan," katanya, saat memberikans sambutan. 
 
"Poco-poco menurut Imam harus bisa menjadi pintu masuk menuju even Asian Games. Peserta dari seluruh negara yang datang ke Indonesia, nanti harus terus mengingat poco-poco ini. Kalau bisa, mereka tak bisa melupakan Indonesia, dan menjadi juru bicara Indonesia," imbuh Imam. 
 
Bahkan, lanjut Imam, kesan kepada seluruh peserta Asian Games dan juga penonton yang datang ke Indonesia harus sangat mendalam. Sehingga saat kembali ke negaranya, mereka juga turut mempromosikan Indonesia. 
 
"Bahkan, setiap peserta harus bisa mengabarkan bahwa hidup di dunia tak akan sempurna sebelum datang ke Indonesia yang indah, yang kaya akan khazanah budaya, keindahan alam, dan hal-hal positif dari Indonesia lainnya," tegas Imam. 
 
Sementara itu, Ketua Umum acara pemecahan rekor dunia poco-poco Johny Lumintang memastikan pencetakan rekor dunia ini adalah keinginan Indonesia melegitimasi pada dunia internasional tentang kekayaan tradisional Indonesia. "Senam poco-poco adalah warisan budaya kearifan lokal asli milik bangsa Indonesia. Maka dari itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat agar turut berpartisipasi," tandasnya. 
 
Para peserta nantinya akan dilatih sekaligus diawasi oleh 1.300 instruktur serta dua juri dari guiness world record, lembaga yang melakukan pencatatan dan melegitimasi pemberian rekor dunia yang berpusat di London, Inggris tersebut

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com