BPJS Ketenagakerjaan Kejar Target Kepesertaan Informal

BPJS Ketenagakerjaan Kejar Target Kepesertaan Informal

Jakarta, HanTer – BPJS Ketenagakerjaan tengah menggenjot kepesertaan pekerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal yang ditarget sebesar 15 persen dari total BPU sekitar 60 juta orang, pada 2021 mendatang.

Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga, BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis mengatakan, saat ini peserta BPU yang terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai 6 persen. Artinya, dibutuhkan upaya ekstra untuk memperluas kepesertaan BPU agar mencapai target yang ditetapkan.

“Sekarang baru diposisi 6 persen. Disisa tahun ini, akan kita dongkrak. Tentu, kita tidak bisa sendiri, perlu bantuan elemen masyarakat, termasuk lembaga sosial, swasta dan organisasi kemasyarakatan,” kata Ilyas usai melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT Join Kandidat, di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Oleh karena itu, Ilyas menyambut baik terjalinnya kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan PT Join Kandidat. Ia berharap, Join Kandidiat, yang merupakan perusahaan start-up pencari kerja berbasis aplikasi ini dapat membantu dalam mensosialisasikan pentingnya jaminan sosial dalam program-program BPJS Ketenagakerjaan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), jelas dia, mencatat terdapat 60 juta orang pekerja informal di Indonesia. Para pekerja itu, termasuk dalam kategori rentan. Di mana, jika mengalami resiko sosial berpotensi kehilangan mata pencarian. “Untuk itu, diperlukan jaring pengaman dalam bentuk jaminan sosial ketenagakerjaan. Tentu, perlu pemahaman-pemahan dan edukasi, agar pekerja ini secara sukarela ikut (mendaftar),” jelasnya.

Tidak hanya kepada Join Kandidat, BPJS Ketenagakerjaan juga membuka kesempatan bermitra secara luas untuk memperluas cakupan kepesertaan, khususnya pekerja informal. “Langkah yang kami tempuh ini juga untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh infromasi tentang program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang seharusnya dimiliki oleh seluruh pekerja di Indonesia,” ucap Ilyas.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Join Kandidat, Adistya Fajar Pietarto mengatakan, masih banyak pekerja informal yang belum memahami program jaminan sosial ketenagakerjaan. Padahal, program ini, menurut dia sangat bermanfaat lantaran memberikan perlindungan bagi para pekerja.

”Contohnya saja asisten rumah tangga dengan bergabung ke program BPJS Ketenagakerjaan pada saat mengalami kecelakaan kerja maka seluruh biaya rumah sakit ditanggung sampai sembuh tanpa batas biaya. Misalkan sampai habis Rp 100 juta pun akan dibayar oleh BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Untuk membantu sosialisasi ini, Adis menuturkan akan mengoptimalkan sumber daya yang ada dan juga menjalin kerja sama dengan e-commerce dan perusahaan start-up lainnya, seperti Pay Tren, Gojek, dan Bukalapak. “Nanti kita juga akan membuka channel pendaftaran dalam aplikasi, sehingga bisa dimanfaatkan para pencari kerja,” katanya.

Komisaris PT Join Kandidat, Bimo Setiawan Almachzumi atau yang dikenal dengan Bimbim Slank berjanji membuatkan lagu bertema jaminan sosial ketenagakerjaan agar masyarakat sadar terhadap hak-hak pekerja dan manfaat dari program tersebut.

Ia juga akan mengajak para Slankers, sebutan bagi penggemar group band Slank, untuk mendaftarkan diri ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. “kita ingin share pemahaman ini ke masyarakat, terutama ke penggemar kita dulu yang paling dekat. Tadi dapat PR (pekerjaan rumah) juga harus bikin lagu tentang program BPJS Ketenagakerjaan yang gampang dipahami,” ucap dia.

 

(Arbi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com