Sambut Revousi Industri 4.0, UP Persiapkan Mahasiswa Berjiwa Wirausaha

Sambut Revousi Industri 4.0, UP Persiapkan Mahasiswa Berjiwa Wirausaha

Jakarta, HanTer - Era revolusi industri 4.0 sudah di depan mata dan tak bisa dihindari. Menghadapi era ini, perguruan tinggi dituntut lebih kreatif dan inovatif untuk membentuk mahasiswa yang berkompeten dan berdaya saing.

Terkait hal ini, Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Pancasila (UP) Siswono Yudho Husodo mengatakan, Universitas Pancasila terus berbenah mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membekali mahasiwa untuk menjadi entrepreneur atau wirausaha dan menciptakan lapangan kerja.

Tak sampai disitu, UP juga mewajibkan mahasiswa untuk mahir dalam berbahasa Inggris sebagai bahasa global atau universal. Di mana, dalam dunia kerja kemampuan ini dituntut untuk dimiliki para pekerja.

“Era revolusi industri 4.0 menuntut setiap pekerja memiliki kompetensi sesuai standar. Bahkan, setiap profesi kedepannya harus memiliki sertifikasi kompetensi, baik itu tukang las, tukang kayu, dan berbagai jenis keahlian lainnya,” kata Siswono di Jakarta, Selasa.

Dalam acara Wisuda Semester Gasal UP Tahun Akademik 2017/2018 itu, Siswono mendorong setiap lulusan untuk  berkarakter Pancasila juga menguasai teknologi menuju Entrepreneurial University dan Knowledge Based Society sehingga dapat bersaing pada dunia internasional tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.

“Sejak didirikan pada tanggal 28 Oktober 1 966 sampai dengan saat ini, UP telah meluluskan sebanyak ± 56.064 orang wisudawan dari berbagai program studi (prodi) dan jenjang pendidikan yang ada sesuai dengan kompetensi disiplin ilmu masing-masing,” tuturnya.

Sementara, Rektor UP, Wahono Sumaryono menyampaikan, dalam kesempatan ini ada beberapa kegiatan baik akademik maupun non-akademik yang telah diselenggarakan dalam periode November 201 7-April 2018, diantaranya, capaian akreditasi baik fakultas maupun universitas.

“Dari 27 prodi yang ada di UP, 12 prodi yang sudah terakreditasi A dan akan terus diupayakan akan bertambah menjadi 17 prodi serta akreditasi institusi dari B akan diupayakan menjadi A,” ujarnya.

Sementara, Indeks Prestasi Akademik (IPK) rata-rata Iulusan Diploma (D3) adalah 3.08, Sarjana (SI) adalah 3.16, Profesi Apoteker adalah 3.41 , Magister (S2) adalah 3.51 dan Doktor (S3) adalah 3.72. Untuk rata-rata lama studi D3 selama 3.74 tahun, SI 4.51 tahun, S2 2.5 tahun, Apoteker 1 tahun, S3 4.12 tahun.

“Jumlah dosen tetap UP sampai dengan saat ini sebanyak 415 dengan kualifikasi pendidikan Doktor dan Magister. Seluruh mahasiswa UP diwajibkan untuk menguasai Bahasa Inggris dan tersertifikasi TOEFL,” tuturnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Diaspora Indonesia yang sukses di Australia, Iwan Sunito. Iwan saat ini menjabat sebagai CEO Founder Crown Property Group yang berbasis di Sydney Australia.

“Beliau hadir memberikan orasi ilmiah dan berbagi ilmu mengenai “Wajah Baru dari Kewirausahaan di Era Millenial dan Berbagai Kisah Inspiratif terkait dengannya”. Memulai bisnisnya sejak tahun 1994 dan sekarang perusahaannya menjadi salah satu perusahaan property terbesar di Australia dengan proyek bernilai milyaran dollar. Hal ini diharapkan bisa menginspirasi banyak wisudawan yang dilantik pada hari ini,” ucapnya.

 

 

 

(Arbi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com