Ricuh Debat Pilgub Jabar, KPU Harus Tegas

Ricuh Debat Pilgub Jabar, KPU Harus Tegas


Bandung, HanTer - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat segera melakukan rapat pleno guna mengkaji dugaan pelanggaran kampanye pada peristiwa kericuhan yang terjadi pada debat publik kedua Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (14/5/2018) malam. 
 
Kajian tersebut nantinya akan menghasilkan rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum Jabar. "Nanti, kami akan rapat pleno bersama (dengan) tiga komisioner (lainnya). Lalu mengkaji peristiwa yang terjadi pada debat publik kedua Pilgub Jabar kemarin. Nanti kami ambil keputusan (rekomendasi) (yang menentukan) pelanggaran terkait administrasi itu. Yang mengambil keputusan KPU Jabar," ucap Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto saat dihubungi, Selasa (15/5/2018).
 
KPU, kata Harminus, sebagai pengambil keputusan harus tegas. Peran Bawaslu sebatas memberikan rekomendasi karena yang menentukan adanya pelanggaran atau tidak adalah KPU. "KPU harus tegas mengambil keputusan terkait dengan persitiwa itu. Maka, nanti kami rekomendasikan kepada KPU, apapun bentuk rekomendasinya, nanti kami kaji dulu," tuturnya.
 
Ketua Sekretaris Tim Kampanye Asyik, Haru Suandharu mengatakan, pasangan Asyik menyampaikan pesan yang sangat tegas sepanjang 60 detik kepada masyarakat Jabar bahwa pengalaman Sudrajat dan Syaikhu di tingkat internasional, nasional, maupun lokal, dapat membawa Jabar menjadi provinsi yang maju, bertakwa, aman, dan sejahtera. Asyik juga menyampaikan aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada pasangan nomor urut 3 itu bahwa jika Asyik menang tahun 2018, pasangan ini berkomitmen mendukung pergantian kepemimpinan nasional melalui gerakan #2019GantiPresiden. 
 
"Usai disampaikannya aspirasi masyarakat tersebut oleh pasangan Asyik, kami sangat menyayangkan sempat terjadi keributan tidak perlu yang memaksa debat publik yang awalnya aman dan terkendali menjadi ricuh tidak terkendali. Bahkan terdengar kata-kata kasar dari pendukung salah satu pasangan calon," kata Haru melalui keterangan tertulis, Selasa (15/5/2018).
 
Tim pemenangan Asyik juga menyampaikan, pasangan Asyik berkeyakinan bahwa apa yang disampaikan pada penutupan debat publik kedua merupakan hak kebebasan berekspresi dan dijamin oleh UUD 1945. Pesan #2019GantiPresiden merupakan aspirasi sebagian masyarakat Jawa Baratyang menghendaki pergantian kepemimpinan nasional dan Asyik selaku calon pemimpin Jawa Barat wajib menyuarakannya.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com