Jangan Jadikan Masjid untuk Kepentingan Politik Praktis

Jangan Jadikan Masjid untuk Kepentingan Politik Praktis

Jakarta, HanTer - Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Assyafiah (HMI-UIA) menggelar tabliq akbar dengan tema “Menyambut Bulan Suci Ramadhan Penuh Rahmat Mari Kita Tingkatkan Iman Dan Taqwa Sucikan Diri Kita Kembalikan Fungsi Masjid Seutuhnya” di Masjid Jami Al Intizhom Jalan Tipar Timur, Semper Barat, Jakarta Utara, Rabu (16/5/2018). Acara tersebut juga program kerja kader HMI UIA yang sebelumnya juga telah menggelar tabliq Akbar ke berbagai masjid.

“Selain itu saya mengajak kepada seluruh jemaah untuk tidak menggunakan masjid sebagai sarana politisasi, karena fungsi masjid ini ialah untuk beribadah,” kata Ketua HMI UIA Rahmat Hidayat, saat memberikan kata sambutan.

Rahmat meminta kepada siapa pun untuk menyudahi pemanfaatan masjid sebagai sarana kepentingan kelompok tertentu. Tapi jadikan masjid untuk kepentingan kemaslahatan umat. Sehingga antar jamaah di masjid tersebut tidak saling menjagokan sesuai pilihannya masing - masing. Karena pada dasarnya masjid merupakan milik umat dan bukan milik segelintir oknum.

Dalam kesempatan yang sama pengurus Khotbah Cabang NU Jakarta Utara, KH. Edi Suaedi S.sos mengatakan, hidup di dunia harus selalu bertaqwa dan beriman, karena Allah berjanji akan selalu memberikan rezeki kepada orang yang bertaqwa dan beriman.

“Sebaik baiknya manusia ialah orang yang beriman dan bertaqwa, lalu mari kita sama sama jadikan masjid ini sebagai sarana untuk beribadah. Jangan sampai, masjid digunakan untuk hal-hal yang negatif terutama untuk kepentingan politik praktis,” jelasnya.

Maka dari itu KH Edi mengajak, agar memfungsikan masjid kembali ke fungsi utamanya, yakni ramaikan masjid dari mulai anak muda sampai orang tua.

“Jangan hanya orang tua saja yang berada di masjid, juga jangan ada unsur-unsur lainnya didalam masjid apalagi sekarang ini memasuki tahun politik, jangan sampai kita terprovokasi dengan hal hal yang sifatnya negatif saling menjelek-menjelekkan, menebarkan kebencian, hingga menjadi umat terpecah belah, mari kita gunakan masjid hanya sebagai tempat sarana ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya.

Tidak hanya itu Dosen Uhamka, Dr. H. Syaiful Rohim S.Pd., M.Si juga mengatakan bahwa ada 7 golongan yang tidak takut menghadapi hari kiamat nanti yaitu, pemimpin yang adil, orang yang selalu datang ke masjid, orang-orang yang mencintai karena Allah, para remaja-remaja yang rajin beribadah.

“Mari kita jaga masjid ini supaya tidak ada perpecahan, jadikan masjid sebagai sarana ibadah. Mari kita jaga negeri ini dengan tidak memecah belah umat, dengan memakmurkan masjid di bulan ramadhan ini. Semoga majlis ilmu ini, memberikan rasa persatuan terhadap kita semua,” ajaknya.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com