Universitas Pancasila Cegah Paham Radikalisme Masuki Kampus

Universitas Pancasila Cegah Paham Radikalisme Masuki Kampus

Jakarta, HanTer - Universitas Pancasila (UP) berkomitmen mencegah masuknya paham radikalisme dilingkungan kampus. Upaya ini dilakukan sejak proses penerimaan mahasiswa baru hingga dalam kegiatan belajar mengajar.

Rektor Universitas Pancasila, Wahono Sumaryono mengatakan, sejak lama pihaknya bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan aparat kepolisian untuk memberikan wawasan bahaya paham radikalisme dan tindakan terorisme kepada para mahasiswa.

“Termasuk juga BNN (Badan Narkotika Nasional) dalam pencegahan narkoba. Ini dimulai saat mahasiswa mendaftar, mereka diberikan penjelasan baik akademik dan non-akademik, termasuk pemberian wawasan bahaya radikalisme dan terorisme,” kata Wahono di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Sebagai informasi, penelitian Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2017 mencatat sekitar 39 persen mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi terpapar radikalisme. Karena itu, peran perguruan tinggi dalam mencegah paham tersebut sangat penting dilakukan.

“Gerakan radikalisme dilakukan secara tertutup dan halus, sehingga sulit dideteksi. Karena itu, kita bekerja sama dengan BNPT dan kepolisian untuk memantau hal seperti itu. Melalui early detection, jika sudah ada bibit penyebaran radikalisme akan ditindak tegas,” tandas dia.

Dalam kesempatan itu, Wahono bersama seluruh civitas akademika juga memberikan pernyataan sikap kampus dalam aksi teror yang terjadi di tanah air dalam beberapa waktu terakhir. “Universitas Pancasila mengutuk keras aksi teroris di Mako Brimob Depok, Kota Surabaya, Sidoarjo dan Riau yang mengakibatkan korban jiwa termasuk anak-anak sebagai generasi penerus yang tidak bersalah,” katanya.

Dikatakan, perbuatan teroris itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila, norma agama, norma hukum dan budaya bangsa Indonesia yang cinta damai dan antikekerasan.

"Karena itu, kami mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah dan tindakan tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menyelesaikan dan mengungkap aksi teror tersebut secara tuntas agar di kemudian hari tidak terulang.”

UP juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu dan bersama-sama melawan aksi teror, radikalisme, serta upaya pihak lain yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

 

 

(Arbi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com