Regenerasi Atlet Paragames, Kemenpora akan Buka SKO Disabilitas di Solo

Regenerasi Atlet Paragames, Kemenpora akan Buka SKO Disabilitas di Solo


Solo, HanTer - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia akan segera membuka sekolah khusus olaraga (SKO) untuk penyandang disabilitas usia pelajar di Kota Solo untuk regenerasi atlet-atlet paragames.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang penggagas SKO Disabilitas Rima Ferdianto di Solo, Rabu (16/5/2018). "SKO dari Kementerian Pemuda dan Olahraga itu, mulai dibuka ajaran baru untuk tingkap SMP dan SMA, pada Juli 2018," kata Rima. 
 
Ia menambahkan, Kemenpora bersama NPC telah merencanakan sekolah tersebut sejak 2017 lalu atau usai pesta olahraga ASEAN Paragames Malaysia, di mana Indonesia berhasil menjadi juara umum.
 
Rombongan atlet NPC Indonesia, kata Rima, ketika itu diterima di Istana Merdeka oleh Presiden Joko Widodo, meminta agar dibuatkan sekolah olahraga seperti Ragunan khusus disabilitas. Presiden langsung memberikan respon, dan NPC langsung dihubungi oleh Menpora. "Kami pada pembukaan SKO angkatan pertama hanya menerima 38 siswa saja baik untuk usia SMP dan SMA dari seluruh Indonesia," kata Rima.
 
Menurut dia, ke-38 siswa SKO itu rencananya dari cabang olahraga atletik, renang, bulu tangkis, dan tenis meja. Para siswa selama menjalani pendidikan SKO semua biaya ditanggung oleh pemerintah.
 
"Dari 38 siswa nanti, terdiri atas sebanyak 12 atlet di cabang atletik, 12 atlet renang, dan lainnya bulu tangkis dan tenis meja masing-masing delapan atlet," katanya dengan menambahkan selama belum ada ruang sekolah dan fasilitas olahraga sendiri, siswa tersebut akan diikutkan atau dititipkan ke sekolah-sekolah reguler di Solo.
 
Menyinggung soal seleksi siswa yang masuk SKO Disabilitas, Rima menjelaskan kriterianya masih menunggu keputusan dari Kemenpora. Seluruh siswa yang diterima di SKO tentunya mereka yang memiliki prestasi di bidang olahraga.
 
Menuut Rima, seperti siswa paling tidak memiliki pretasi tingkat nasional seperti Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas). Atlet berprestasi biasa jika pulang ke daerah akan menurun, sehingga mereka perlu wadah seperti SKO. 
 
Kendati demikian, pemerintah menyiapkan asrama di Yayasan Insan Sembada Solo untuk menampung sementara siswa SKO. Mereka melakukan kegiatan sekolah umum inklusi untuk mendapatkan pelajaran nonolahraga yang akan dititipkan ke sekolah-sekolah. "Pelajaran olahraga, disiapkan beberapa lokasi untuk latihan, seperti di Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari," pungkas Rima. 

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com