Perkara Korupsi Rp1,4 Triliun Dapen Pertamina; Hakim Tipikor Gelar Sidang Edward Soeryadjaya

Perkara Korupsi Rp1,4 Triliun Dapen Pertamina; Hakim Tipikor Gelar Sidang Edward Soeryadjaya

 
Jakarta, HanTer - Sidang perkara dugaan korupsi dana pensiun PT Pertamina Persero yang menjerat Direktur Ortus Holding Ltd, Edward Sky Soeryadjaya sebagai terdakwa akhirnya bisa terlaksana. Agenda sidang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung. 
 
Sebelumnya sidang sempat ditunda dua kali karena karena tim kuasa hukum Edward walkout. Tim kuasa hukum Edward keluar ruangan dengan alasan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan melalui praperadilan telah memutuskan bahwa status tersangka Edward tidak sah.
 
Kali ini sidang dilanjutkan setelah Klinik Center Medika Garuda menyatakan Edward sehat dan bisa mengikuti sidang. Sebelumnya majelis hakim menskor atau menunda sidang hingga pukul 16.00 WIB karena Edward mengaku sakit. 
"Berdasarkan keterangan klinik Medika Center Garuda terdakwa ini mempunyai kesehatan yang cukup untuk mengikuti persidangan. Jadi sidang pembacaan dakwaan bisa dilaksanakan," ujar Ketua Majelis Hakim  Sunarso di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (16/5/2018).
 
Kasus yang menimpa Edward berawal ketika Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI). 
 
Penetapan status tersangka Edward tersebut berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-93/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 27 Oktober 2017.
 
Kejagung menjerat Edward Sky Soeryadjaya melakukan perbuatan melawan hukum itu secara bersama-sama sehingga merugikan keuangan negara sejumlah Rp 599 milyar. 
 
Edward  didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Edward Sky Soeryadjaya kemudian mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan. Hakim tunggal praperadilan menyatakan status tersangka Edward tidak sah. 
 
Sebaliknya Kejagung menyampaikan, bahwa kasus Edward Sky Soeryadjaya bukan lagi wewenang praperadilan karena perkaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebelum putusan praperadilan.
 
Kejagung berdalih tidak perlu lagi menetapkan Edward Sky Soeryadjaya sebagai tersangka karena majelis hakim melanjutkan sidang.
 
 
Bongkar Proses Penyidikan
 
Terpisah Atilah Soeryadjaya, istri Edward sambil menangis menegaskan akan membongkar proses penyidikan kasus yang menimpa suaminya tersebut. Alasanya, hukum di Indonesia telah kotor dan gelap. 
 
Apalagi hukum sudah tidak berpihak lagi kepada suaminya untuk mendapatkan keadilan. Selama enam bulan, Edward harus mendekam di ruang tahanan.
 

"Mohon keadilan, praperadilan sudah gugurkan status tersangka suami saya. Orang tidak salah enam bulan dikurung dihancurkan namanya. Saya mohon keadilan. Saya sudah tak bisa berkata-kata lagi. Saya akan buka apa yang terjadi selama enam bulan. Hukum negara ini sangat kotor dan gelap," tegasnya

(safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com