Kerabat Tidak Akui 13 Jenazah Teroris Jatim

Kerabat Tidak Akui 13 Jenazah Teroris Jatim

Surabaya, HanTer - Sebanyak 13 jenazah pelaku tindak terorisme di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa hari terakhir, hingga Rabu tak kunjung diakui maupun dibawa pulang oleh kerabat masing-masing.
 
"Hingga hari ketiga, belum ada keluarga atau saudara yang mau mengakui jenazah yang bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Rabu.
 
Padahal, kata Barung, pihaknya telah menghubungi kerabat para pelaku teror tersebut. Salah satunya paman dari anak perempuan berinisial AIS (8), yang dibawa serta orang tuanya dalam aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Senin (15/5/2018) kemarin.
 
"Paman AIS ini sudah datang ke Rumah Sakit Bhayangkara, bahkan pamannya mengakui kalau AIS ini ponakannya. Tapi paman AIS tidak mau mengakui kalau orang tua AIS adalah saudaranya. Sehingga, kita tidak mungkin memaksa untuk tes DNA dong," kata Barung.
 
Untuk itu, pihaknya meminta keluarga atau saudara terduga teroris bernama Dita, Anton, dan Tri Murtiono, segera datang ke RS Bhayangkara untuk mencocokkan data sekunder dengan jenazah.
 
Nantinya setelah ada kecocokan, maka jenazah bisa diambil untuk kemudian dimakamkan. "Ini merupakan pengumuman terakhir sebelum langkah selanjutnya, apakah akan dikuburkan atau bagaimana," katanya.
 
Polda Jatim akan memberi batas waktu hingga tujuh hari ke depan terhitung sejak Senin (14/5) agar keluarga atau saudara terduga teroris untuk segera datang ke RS Bhayangkara.
 
"Jika sampai waktu yang telah ditentukan belum ada keluarga yang mengambil jenazah, maka nanti kita akan serahkan ke pemerintah setempat apakah akan dimakamkan oleh pemeritah atau seperti apa," tuturnya seperti dilansir Antara. 
 
Teror di Riau 
 
Sementara itu Mabes Polri menyatakan bahwa serangan teror yang dilakukan di Mapolda Riau adalah berasal dari Negara Islam Indonesia (NII) yang sudah berbaiat kepada kelompok ISIS, Islamic State Irak and Suriah.
 
“Jadi kelompok di sana menamakannya itu (NII), tapi baiatnya kepada Al Baghdadi, ISIS Suriah,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018).
 
Menurut Setyo, saat ini sudah tiga dari empat terduga teroris berhasil diidentifikasi yaitu Mursalim alias Ical alias Pak Ngah, (42), tidak bekerja, alamat Jalan Raya Dumai-Sei Pakning. Jalan Santri Assakinah, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Dumai.
 
Kemudian Suwardi (28) alamat Jalan Raya Lubuk Gaung RT03 Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sei Sembilan, Kota Dumai. Adi Sufiyan (26) wiraswasta, alamat Jalan Pendowo Gang. Mekar RT06 Kelurahan Bukit Batrem I, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai dan Daud.
 
Lanjut Setyo, untuk identitas Daud hingga pukul 14.55 WIB belum teridentifikasi. Lalu, satu orang yang sempat melarikan diri dan kemudian diamankan hingga kini belum dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian.
 
Sebelumnya Polda Riau di Kota Pekanbaru diserang oleh orang tak dikenal yang diduga teroris. Polisi yang saat itu sedang melakukan gelar perkara tentang kasus narkoba dikejutkan dengan aksi para pelaku yang menggunakan samurai atau pedang tersebut.
 
Para pelaku melakukan penyerangan menggunakan mobil minibus jenis Avanza. Usai menabrak kerumuman polisi dan wartawan yang ada di lokasi, pelaku langsung turun dari mobil dan secara membabi buta menyabetkan samurai ke arah kerumunan orang-orang di sekitarnya. 

(Danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com