Pilpres 2019, Peluang Jenderal Gatot Masih Kecil

Pilpres 2019, Peluang Jenderal Gatot Masih Kecil


Jakarta, HanTer— Nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo diunggulkan menjadi salah satu calon Wakil Presiden untuk mendapingi Joko Widodo pada Pilpres 2019.

“Nama Gatot Nurmantyo memang patut diperhitungkan dalam bursa capres 2019. Namun, sejauh ini hanya Partai Amanat Nasional (PAN) yang serius menjalin hubungan intensif dengan Gatot. Sehingga peluangnya masih kecil. Karena Gatot harus bekerja keras untuk menggandeng parpol lain,” kata pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Muhammad Mirza Harera kepada Harian Terbit, Senin (21/5/2018). 

Namun, sambung Mirza, jika Gatot berpasangan dengan Jokowi maka Gatot akan kehilangan suara pendukungnya. Hal ini disebabkan bahwa banyak pendukung Gatot adalah bukan simpatisan Jokowi. Jika Gatot berpasangan dengan Jokowi maka kalangam muslim akan mencari pengganti sosok Gatot. Sementara suara umat Islam sangat besar dalam Pilpres 2019 mendatang. Sehingga jika meninggalkan umat Islam maka akan kandas di Pilpres 2019.

"Bisa saja sosok lain akan mengambil manfaat unruk menarik suara umat Islam seperti Prabowo, Zulkifli Hasan dan Cak Imin. Mereka berlomba - lomba untuk menarik suara umat Islam," tegasnya.

Seperti diketahui hasil survei Charta Politika yang dirilis ke publik, Senin (21/5/2018) diketahui elektabilitas Jusuf Kalla, Gatot Nurmantyo, dan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden Joko Widodo berada di urutan teratas. "Dari 2.000 responden, 10,3 persen memilih Jusuf Kalla. Sementara jumlah responden yang memilih Gatot Nurmantyo 8,6 persen dan yang memilih Agus Harimurti Yudhoyono itu 7,6 persen," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam konferensi pers hasil rilis di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).

Margin of error survei ini sebesar 2,19 persen. Artinya angka itu masih bisa bertambah atau berkurang sebesar 2,19 persen. Dengan demikian, relatif tidak ada nama calon wakil presiden pendamping Jokowi yang dominan dari ketiga nama tersebut. Sementara itu, di urutan keempat, kelima hingga keenam, yakni Basuki Tjahaja Purnama dipilih 5,7 persen responden, Anies Rasyid Baswedan dipilih 4,9 persen responden dan Mahfud MD dipilih 4,4 persen responden. 

Namun, angka responden yang memilih untuk tidak menjawab cukup besar, yakni sebesar 25,4 persen responden.

Charta Politika juga mengajukan pertanyaan jenis semi terbuka kepada para responden. Mereka dihadapkan pada 7 nama yang selama ini disebut-sebut sebagai sosok yang tepat mendampingi Jokowi sebagai cawapres. Ketujuh nama tersebut, yakni Agus Harimurti Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, Anies Rasyid Baswedan, Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, M. Zainul Madji, Zulkifli Hasan, Airlangga Hartarto dan Muhammad Romahurmuziy.

"Hasilnya, AHY dipilih 11,8 persen responden, Gatot dipilih 11,5 persen responden dan Anies dipilih 9,1 persen responden," papar Yunarto. Baca juga: Survei Charta Politika: Elektabilitas Jokowi 51,2 Persen, Prabowo 23,3 Persen Sisanya, Mahfud MD dipilih 5,9 persen responden, Muhaimin Iskandar dipilih 5,0 persen responden, M. Zainul Madji dipilih 3,5 persen responden, Zulkifli Hasan dipilih 1,3 persen responden, Airlangga Hartarto dipilih 1,1 persen responden dan Muhammad Romahurmuzi dipilih 0,6 persen responden. Survei ini dilakukan terhadap 2.000 responden dari tanggal 13 hingga 19 Maret 2018. 

Sampel survei dipilih secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Margin of error survei ini sebesar 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com