Ni Nengah Widiasih Juarai Angkat Berat Eropa Terbuka 2018

Ni Nengah Widiasih Juarai Angkat Berat Eropa Terbuka 2018


Berck-sur-Mer, HanTer - Atlet angkat berat difabel asal Bali, Ni Nengah Widiasih, raih medali emas dalam kejuaraan European Open Championships 2018 yang berlangsung di Berck-sur-Mer, Prancis. Peraih medali perunggu Paralimpiade Rio de Janeiro 2016 ini berhasil mengalahkan pesaing lainnya dalam kompetisi yang digelar pada 25 hingga 29 Mei mendatang yang diikuti kurang lebih 40 negara itu.
 
Dara kelahiran Karangasem, Bali itu tampil di kelas 45 kg dalam European Open Championships 2018 tersebut. Di dalam kelas ini terdapat dua grup yang membagi atlet sesuai kekuatan angkatannya. 
 
Widi, sapaan akrabnya masuk ke dalam Grup A bersama tiga atlet lainnya, yakni Justyna Kozdryk (Polandia), Maryna Kopiika (Ukraina), dan Shakhzoda Mamadalieva (Uzbekistan). Sementara Grup B berisi dua atlet Korea Selatan dan satu atlet Finlandia.
 
Hasil angkatan pertama seberat 97 kg yang disahkan juri, Widi langsung mengambil alih puncak klasemen dari Justyna Kozdryk, yang sebelumnya mengangkat beban 96 kg. Meskipun angkatan kedua Widi seberat 100 kg tidak disah juri, namun posisinya tetap aman di puncak.
 
Keadaan jadi sedikit menegangkan saat Widi belum berhasil mengangkat beban 101 kg diangkatan ketiganya, mengingat Maryna Kopiika belum melakukan angkatan ketiganya, namun lawannya itu gagal di angkatan 101 kg tersebut dan harus puas dengan angkatan terbaik 96 kg, sehingga medali emas jadi milik atlet angkat berat difabel kebanggaan Indonesia ini.
 
Usai berhasil meraih emas di kejuaraan ini, Ni Nengah tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada pihak yang telah memberikan doa dan dukungan kepadanya. "Saya bersyukur dapat memenangkan medali emas hari ini. Medali emas ini untuk Indonesia dari Prancis," ucap Widi, seperti yang dilansir dari situs resmi International Paralympic Commitee. 
 
Widi pun mengaku sudah lama mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan di Prancis ini. Tekadnya kuat untuk membawa Indonesia berada di puncak tertinggi kejuaraan. "Yang pasti latihan keras selama persiapan. Sudah dari lama karena memang sudah di Pelatnas," tutur Widi yang selalu mengenakan kursi roda karena kedua kakinya lumpuh. 
 
Walau berhasil meraih prestasi tertinggi di ajang tersebut, atlet 28 tahun itu mengaku tidak lekas berpuas diri, terlebih akan menghadapi ajang Asian para Games di Indonesia pada Oktober mendatang. "Lakukan yang lebih baik lagi dari apa yang sudah saya capai," ungkap Widi. 

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com