Serang Punya Banyak Destinasi Untuk Dikunjungi Saat Lebaran

Serang Punya Banyak Destinasi Untuk Dikunjungi Saat Lebaran

Serang, HanTer - Selain bersilaturahmi dengan keluarga, libur Lebaran sepertinya lebih asyik kalau diisi degan jalan-jalan. Buat kalian yang ingin berpergian tapi tidak mau jauh dari Jakarta, wilayah Serang, Banten, adalah pilihan tepat. Terutama saat #PesonaMudik2018. Serang memiliki banyak #PesonaDestinasiLebaran2018 yang bisa dikunjungi. Mulai dari naturenya yang indah, sampai yang bernuansa religi.
 
“Serang adalah pilihan tepat buat warga Jakarta untuk mengisi libur Lebaran. Alamnya banyak yang bagus. Lokasinya juga dekat dari ibukota. Bisa sekaligus berwisata kuliner. Serang pasti menarik untuk dikunjungi,” tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (31/5/2018).
 
Buat kalian yang ingin berwisata ke Serang, berikut panduan #Top10DestinasiLebaran2018 versi TripAdvisor di ibukota Provinsi Banten itu. 
 
 
1. Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten adalah salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini sarat dengan nilai sejarah. Masjid ini selalu ramai peziarah. Baik dari Banten maupun luar daerah. Salah satu keunikan masjid ini adalah menara yang mirip dengan mercusuar. Menara ini menjadi ikon utama Provinsi Banten.
 
Masjid Agung Banten dibangun tahun 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra pertama Sunan Gunung Jati. Masjid ini terletak di Desa Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang.
 
2. Keraton Surosowan
Keraton Surosowan sering disebut dengan Gedong Kedaton Pakuwan. Keraton ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin, sekitar tahun 1522-1526. Surosowan mempunya empat sudut berbentuk intan dengan tembok benteng Belanda yang kokoh. Saat ini, bangunan keraton sudah tidak utuh lagi. Hanya tersisa runtuhan dinding dan pondasi kamar-kamar berdenah persegi empat yang jumlahnya puluhan.
 
Keraton Surosowan berada di kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Lokasinya berdekatan dengan Masjid Agung Banten.
 
3. Keraton Kaibon
Keraton Kaibon dibangun di era Sultan Syafiudin. Keraton ini dibangun untuk ibunya, Ratu Aisyah. Saat itu Sultan Syaifudin masih sangat kecil (berumur 5 tahun). Keraton Kaibon dihancurkan Belanda tahun 1832. Atau bersamaan dengan Keraton Surosowan. Pengunjung bisa melihat sebagian dari struktur bangunan seperti gerbang dan pintu-pintu besar yang masih tegak berdiri.
 
Keraton Kaibon juga terletak di kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten Lama tidak jauh dari Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten.
 
4. Benteng Speelwijk
Benteng milik Belanda ini, terletak di Kampung Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Namun, sudah menjadi puing. Meski demikian, jejak bangunan megah abad ke-17 masih terasa. Benteng Speelwijk terbuat dari campuran batu pasir dan kapur. Benteng ini dibangun untuk mengantisipasi serangan rakyat Banten dibawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa.
 
Benteng Speelwijk yang berdekatan dengan Vihara ini masih menyisakan ruang bawah tanah yang dihubungkan dengan lorong di bagian barat.
 
5. Vihara Avalokitesvara
Vihara Avalokitesvara merupakan yang tertua di Provinsi Banten. Vihara ini sudah dibangun sejak abad 16. Pembangunan Vihara Avalokitesvara tidak dapat dilepaskan dari Sunan Gunung Jati, yang memiliki istri keturunan kaisar Tiongkok. 
 
Vihara ini terletak di Desa Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten dan masih termasuk kawasan Banten Lama. 
 
6. Pantai Gope Karangantu
Pantai Gope terletak di Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Karangantu, Kasemen, Kota Serang. Asal penamaan pantai ini karena retribusi untuk berkunjung ke kawasan pelabuhan ini hanya Rp 500 untuk wisatawan yang berkunjung.
 
Wisatawan bisa melihat aktivitas nelayan disini dan langsung berbelanja ikan segar dari hasil tangkapan nelayan tersebut.Di sekitar pantai juga banyak dijumpai tanaman mangrove yang hijau. Pengunjung yang gemar memancing juga bisa melampiaskan hobinya di pantai ini.
 
7. Batu Gede Sayar
Destinasi alam Batu Gede Sayar berada di Desa Sayar, Taktakan, Kota Serang. Batu Gede Sayar ramai dikunjungi mereka yang suka menikmati keindahan alam.
 
Dengan view pedesaan, sawah hijau dan perbukitan membuat romansa yang asri dan indah pada saat kita berkunjung kesana. Banyak pengunjung yang menunggu pagi untuk menikmati indahnya sunrise. Sore haripun juga ramai dikunjungi untuk menikmati keindahan senja.
 
8. Rumah Hutan Cidampit
Rumah Hutan Cidampit terletak 13 kilometer dari Kota Serang. Tepatnya, di Bukit Cidampit, Kampung Bojong, Desa Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Rumah sederhana ditengah hutan ini dibangun di salah satu sudut areal tanah seluas 6.000 meter persegi.
 
Kawasan Rumah Hutan dibangun tahun 2015 oleh Liem Oei Ping seorang pengusaha berdarah Tionghoa di Serang asal Sulawesi Tengah yang bercita-cita menjadikan hutan di Banten menjadi surga. 
 
9. Masjid Kapal Bosok
Masjid berbentuk kapal di Serang ini mempunyai cerita sejarah yang menceritakan kisah Ki Angga Derpa dalam mengusir penjajah Belanda. Masjid unik ini berada di Lingkungan Drangong, Kelurahan Curugmanis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten.
 
Kurang lebih 4 tahun masjid berbentuk kapal ini dibangun oleh 17 santri pesantren Darul Salam. Mereka membangun masjid berdasarkan cerita tentang keberadaan kapal yang membusuk di kampungnya.
 
10. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama
Museum ini terletak di kawasan Banten Lama, tepatnya di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten sekitar 12 km arah utara dari pusat Kota Serang.
 
Di depan museum terdapat meriam Ki Amuk yang berukuran 2,5 meter dan terbuat dari tembaga. Meriam ini merupakan hasil rampasan dari tentara Portugis saat ingin menguasai Kota Banten. Hiasan pintu gerbang Keraton Surosowan yang terbuat dari batu berjejer di halaman depan museum juga.

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com