Jawaban Gonzales Soal Pindah Club Tidak Sesuai Fakta, Madura United Ancam Proses Hukum

Jawaban Gonzales Soal Pindah Club Tidak Sesuai Fakta, Madura United Ancam Proses Hukum


Jakarta, HanTer - Kuasa Hukum klub sepak bola Madura United FC Kurniadi menilai jawaban Christian Gonzales atas somasi yang disampaikan dalam kasus pindahnya pemain tersebut ke PSS Sleman, merupakan "tipu-tipu". Mandiri United mengancam akan menyeret Gonzales dalam proses hukum dan sanksi ganti rugi.
 
"Tipu-tipu yang dimaksud kami, karena jawaban yang disampaikan kontradiktif dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," ujar Kurniadi ketika dihubungi Jumat (1/6/2017).
 
Kurniadi menjelaskan, Gonzales melalui kuasa hukumnya beberapa waktu lalu menyampaikan jawaban atas surat somasi yang disampaikan manajemen Madura United sebelumnya.
 
Gonzales dalam jawabannya mengaku tidak ikut latihan pada 14 April lalu karena diundang dalam acara peluncuran PSS Sleman sebagai bintang tamu.
 
Pengakuan itu menunjukkan seolah Gonzales merupakan pemain bintang yang penting, di mana kehadirannya dibutuhkan oleh manajemen dan para pemain PSS Sleman. Padahal saat itu Madura United sedang latihan keras untuk mempersiapkan kompetisi Liga 1 Indonesia 2018.
 
"Lagi pula tidak masuk akal kalau kehadirannya pada launching tersebut hanya sebagai tamu. Oleh karena itu, apabila dihubungkan dengan pilihan sikapnya, yakni dua hari kemudian yaitu pada tanggal 15 April 2018 yang bersangkutan menjadi anggota PSS Sleman. Maka, perbuatan Gonzales tidak dapat diartikan lain, kecuali telah membangun komunikasi bisnis dengan PSS Sleman, sehubungan dengan profesionalitasnya sebagai pemain sepak bola profesional," tambah Kurniadi.
 
Sikap inkonsisten Gonzales tersebut bertentangan dengan etika atlet sepak bola yang berlaku selama dan secara khusus telah melanggar perjanjian kontrak.
 
Pihak Madura United masih memberi kesempatan kepada Gonzales untuk memenuhi tuntutan mereka dengan suka rela. "Kami tunggu hingga 3 hari depan," kata Kurniadi.
 
Bilamana Gonzales tidak melaksanakannya dalam batas waktu tersebut, Kurniadi menyatakan, pihaknya terpaksa akan menyeret Gonzales dalam proses hukum, serta membayar ganti rugi.
 
Selain itu, manajemen Madura United FC akan melaporkan tindakannya itu ke Federasi untuk diproses dalam pelanggaran disiplin, dengan ancaman sanksi.
 
Pertama, berupa skorsing, yakni yang bersangkutan akan dihukum tidak boleh bermain bola pada semua kegiatan pertandingan di manapun, dan pada semua tingkat dan jenis pertandingan dalam batas waktu tertentu.
 
Kedua, sanksi denda, yakni kewajiban membayar sejumlah uang dengan besaran tertentu.
 
"Kesemuanya sanksi-sanksi ini, baik sanksi 1 dan 2, nantinya akan diperhitungkan oleh pemeriksa perkara sesuai dengan bobot kesalahan Gonzales," katanya, menjelaskan.
 
Kasus antara manajemen Madura United dengan Gonzales berawal, saat manajemen Gonzales melaporkan dugaan perbuatan tidak menyenangkan kepada Mabes Polri. Gara-gara manajemen Madura merilis tentang sikap tidak profesional Gonzales di klub sepak bola.
 
Gonzales selanjutnya pindah tanpa pamit ke PSS Sleman. Namun berkat hubungan baik antara manajemen PSS Sleman dengan Madura United, maka Gonzales bisa berstatus sebagai pemain pinjaman.
 
Situasinya semakin ricuh, dan manajemen Madura United mencabut peminjaman Gonzales, setelah manajer Gonzales justru menyudutkan Madura United dengan melaporkan telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan ke Mabes Polri. 
 

(Anugrah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com