Peringati Harlah Pancasila, ANRI dan PT Pos Indonesia Luncurkan Prangko Sampul Bertema `Tjamkan Pantja Sila`

Peringati Harlah Pancasila, ANRI dan PT Pos Indonesia Luncurkan Prangko Sampul Bertema `Tjamkan Pantja Sila`


Jakarta, HanTer - Dalam rangka merayakan hari lahir Pancasila, Arsip Nasional Repubilk Indonesia (ANRI) dan PT Pos Indonesia meluncurkan prangko sampul peringatan dengan tema `Tjamkan Pantja Sila`.

Bertempat di Museum Filateli, Jakarta, peluncuran prangko itu turut dihadiri oleh putri presiden pertama Soekarno Megawati Soekarnoputri.

Adapun koleksi prangko terdiri dari 3 foto Bung Karno saat pidato di sidang BPUPK dan tulisan tangan Bung Karno `Tjamkan Pantja Sila`.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W Setijono, mengatakan, POS merupakan jejaring pertahanan dan keamanan nasional. Tak hanya melalui kode pos, tetapi juga sedang terus diperjuangkan dibangunnya Tugu POS, terutama di pulau-pulau terluar sebagai bagian dari menjaga kedaulatan teritorial wilayah NKRI.

"Dalam momentum 73 tahun Indonesia meluncurkan prangko 73 tahun Pancasila. Mudah-mudahan akan berlanjut kolaborasi ini dalam masa masa berikutnya," ujarnya.

Sementara, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan, berharap kerja sama antara ANRI dengan PT. Pos dapat terus berlangsung di masa yang akan datang.

"Hal itu sebagai bagian membangun jaringan nasional untuk kepentingan menjaga memori kolektif bangsa terhadap sejarah yang tersimpan dalam arsip nasional," pungkasnya.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan terima kasih kepada Arsip Nasional Republik Indonesia dan PT. POS Indonesia yang telah memberikan dukungannya.

"Semoga prangko ini menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk tetap memegang teguh ajaran Pancasila yang disampaikan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945," kata Megawati dalam acara tersebut, Kamis (31/5/2018).

Sementara, Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengatakan dirinya menemukan satu arsip otentik pidato Muhammad Yamin. Pidato tersebut, kata Rieke, disampaikan di depan Rapat Rakyat, yang dihadiri Bung Karno dan para menteri.

Peristiwa itu, ungkap Rieke, terjadi pada perayaan ke-13 lahirnya Pancasila, 5 Juni 1945, di Istana Negara, Jakarta.

"Namun, pada arsip otentik tanggal 5 Juni 1958, Yamin secara eksplisit, di hadapan Rapat Rakyat, mengakui memang Bung Karno yang pertama mengucapkan pidato yang berhubungan langsung dengan ajaran Pancasila," katanya.

Buku ini, kata Rieke, memuat secara utuh pidato Muhammad Yamin pada tanggal 5 Juni 1958.

"Saya sengaja menampilkan arsip otentik Muhammad Yamin, arsip ANRI Nomor.545, agar pembaca dapat menjadi bagian dari pengungkapan sejarah bangsa," jelasnya. 

Rieke sekaligus mengucapkan terima kasih untuk komunitas Jas Merah: Mujib Hermani dan Vero, Herviano, Eko Brahmantyo, Bahrul Ulum, Deri dan Suryansyah Bahar, Anggi Anggraeni dan Equanjana Fatah.

Selain itu, ia juga menghaturkan terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri atas bimbingan dan motivasinya agar para generasi saat ini tidak menjadi generasi yang buta dan amnesia sejarah.

"Ada Bung Karno bersama perjuangan kita!," terang dia.

(Sammy)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com