Ini Loh 10 Destinasi Sejarah Keren di Sleman

Ini Loh 10 Destinasi Sejarah Keren di Sleman


Sleman, HanTer - Momen libur panjang dalam rangka Idul Fitri tinggal menghitung hari. Kesempatan ini tentu saja menjadi ajang berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara.
 
Sudah merencanakan agenda liburan bersama? Sleman, salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, punya banyak #PesonaDestinasiLebaran2018 yang bisa dikunjungi.
 
“Sleman itu gudangnya candi. Salah satunya adalah Candi Banyunibo. Tanpa menafikan yang lain, Banyunibo memiliki  keistimewaan khususnya bagi anak muda GenPI. Di kawasan ini ada embrio pasar digital Banyunibo. Sebuah destinasi digital besutan GenPI Jogja yang mengusung konsep kekinian,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat (1/6).
 
Buat kamu yang tertarik dengan situs bersejarah, maka Kabupaten Sleman adalah pilihan yang tepat untuk dikunjungi bersama keluarga. Ada #Top10DestinasiLebaran2018 khusus tempat bersejarah sayang jika kamu lewatkan. Dijamin #pesonaMudik2018 kamu akan semakin asyik dengan mengunjungi tempat-tempat ini
 
Candi Sambisari
Situs sejarah agama Hindu ini terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan. Candi yang dibangun pada abad ke-9 ini memiliki keunikan tersendiri. Pengunjung harus menuruni tangga setelah melewati loket masuk karena Candi Sambisari berada sekitar 6,5 m lebih rendah dari tanah desa di sekitarnya. Untuk masuk ke lokasi wisata Candi Sambisari, pengunjung dikenakan tarif Rp 5.000 per-orang. Selama libur lebaran, Candi Sambisari tetap buka dan menanti kunjungan kamu.
 
Candi Sari
Lokasinya nggak jauh dari Candi Sambisari. Kamu cukup menempuh jarak 5 km ke arah timur, tepatnya di Candi Sari.
 
Dusun Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.Candi Sari dibangun pada masa pemerintahan Rakai Penangkaran di abad ke-8. Bangunan Candi Sari terdiri dari 3 ruang berjajar dengan 2-3 tingkatan. Menurut catatan sejarah, tempat ini digunakan sebagai biara pada pendeta Buddha.
 
Candi Kalasan
Pada masa yang sama, Rakai Penangkaran juga membangun candi yang hanya berjarak 3 km dari Candi Sari. Candi ini terletak di Jl. Raya Jogja-Solo Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan. Candi Kalasan dibangun pada abad ke-7 sebagai tempat pemujaan Dewa Tara. Tinggi candi ini sendiri sekitar 34 m dengan empat buah pintu di sisi timur. Harga tiket masuk Candi Kalasan adalah Rp 5.000 per-orang. Terdapat pula fasilitas parkir dan warung yang menunjang kebutuhan kunjungan wisatawan.
 
Candi Prambanan
Siapa yang nggak kenal candi yang berada di Desa Bokoharjo ini? Komplek Candi ini merupakan candi tertinggi yang ada di Indonesia. Terdapat 6 candi yang berdiri menjulang, yakni Candi Wisnu, Syiwa, Brahma, Garuda, Nandi, dan Angsa. Keenamnya berada di pelataran dalam, sedangkan di pelataran tengah terdapat reruntuhan yang sebenarnya merupakan puluhan candi kecil. Candi Prambanan buka dari jam 06.00 - 17.00 WIB. Harga tiket masuk untuk turis dewasa adalah Rp 30.000  dan anak-anak Rp 12.500.
 
Situs Ratu Boko
Terletak 3 km dari Candi Prambanan, ada situs sejarah Ratu Boko berdiri. Tempat ini bukan candi seperti situs peninggalan Mataram kuno lainnya. Ratu Boko merupakan komplek keraton dengan lahan seluas 25 ha. Situs purbakala ini terletak di ketinggian dengan pemandangan yang indah apalagi menjelang matahari terbenam. Tiket masuk tempat ini seharga Rp 32.000 per-orang dan buka mulai pukul 06.00 - 17.00.
 
Candi Banyunibo
Candi ini berada di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan. Puncak candi ini dihiasi dengan stupa yang menjadi ciri khas candi Buddha. Candi yang dibangun pada abad 9 ini masih kerap kali digunakan untuk beribadah kelompok ummat Budha. Di sisi timur candi terdapat salah satu destinasi digital Jogja, yakni Pasar Banyunibo.
 
Candi Barong
Candi ini terletak di sebelah tenggara situs Ratu Boko dan dikelilingi perbukitan Gunung Batur. Penamaan candi ini didasarkan pada adanya ornamen hiasan kala di setiap sisi candi. Biaya masuk candi Hindu satu ini hanya Rp 5.000 saja. Lokasi tepat candi ini ada di Dusun Candisari, Desa Sambirejo. Sepasang candi kembar dengan pelataran yang luas siap menyapa pengunjung yang ingin berlibur ke sini.
 
Taman Tebing Breksi
Di anatara berbagai situs sejarah candi, terdapat sebuah tebing yang estetis. Tebing ini dusun yang sama dengan Candi Barong. Pada mulanya, Tebing Breksi merupakan tempat penambangan batuan alam. Namun ternyata batuan di tebing ini merupakan batuan yang berasal dari Gunung Api Semilir sehingga penambangan dihentikan.
 
Kini, Taman Tebing Breksi lebih instagenic dibanding tiga tahun lalu saat proses penambangan baru dihentikan. Dinding-dinding tebingnya sengaja diukir perwujudan naga dan tokoh pewayanagn.  Ukiran ini justru menjadi ikon dari Tebing Breksi itu sendiri.
 
Pada bagian muka tebing yang menghadap pintu masuk, dibiarkan begitu saja oleh pengelola destinasi wisata itu. Tujuannya, agar para pengunjung mengetahui periodesasi pembentukan tebing breksi ini melalui layer-layer yang tampak di dinding tebing.
 
Terdapat pula wisata Jeep bagi Anda yang suka memacu adrenalin.  Tidak ada tiket masuk, Anda cukup membayar parkir dan memberikan sumbangan seikhlasnya untuk pengembangan Tebing Breksi.
 
Candi Ijo
Tepat di atas Taman Tebing Breksi, terdapat kompleks Candi Ijo. Ini adalah kompleks candi yang terletak paling tinggi di Jogja. Berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Candi ini berada di perbukitan Batur Agung pada ketinggian 410 MDPL.
 
Karena letaknya, bukan hanya bangunannya saja yang megah tetapi lokasi Candi Ijo juga memiliki pemandangan yang indah. Candi ini merupakan candi Hindu yang dibangun pada abad ke-9.
 
Komplek candi dengan luas 0.8 hektar ini memiliki 17 bangunan. Tiket masuk ke Candi Ijo seharga Rp 5.000. Candi ini buka sejak 06.00 - 17.00 setiap hari.
 
Candi Abang
Candi Abang yang terletak Dusun Blambangan, Jogotirto, Berbah ini berada di perbukitan. Meski berada di tengah perkampungan warga, candi ini bisa ditemukan menggunakan peta online dan petunjuk yang dipasang di beberapa titik menuju candi.
 
Penamaan candi ini didasarkan pada bata merah yang digunakan untuk membangun candi. Bangunan candi ini tidak bisa disaksikan secara langsung karena tertimbun oleh tanah yang membentuk perbukitan setinggi 6 meter.
 
Tak jauh dari lokasi Candi Abang, terdapat Gua Jepang. Gua ini merupakan salah satu dari 3 Gua yang aktif dipakai Jepang pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia.  Dari bukit ini, wisatawan bisa memandang sisi timur Jogja dengan tenang.

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com