Konflik Madura United - Odemwingie Selesai

Konflik Madura United - Odemwingie Selesai

Pamekasan, HanTer - Konflik antara manajemen Madura United FC dengan "marquee player" Peter Osaze Odemwingie berakahir damai, bahkan mantan pemain Stoke City itu akan kembali merumput bersama "Laskar Sape Kerrap" pada putaran kedua Liga 1 Indonesia 2018.
 
Menurut Manajer Madura United FC Haruna Soemitro, telah terjadi pertemuan antara perwakilan manajemen Madura United dengan Peter Osaze Odemwingie di salah satu negara Asia. Kedua belah pihak, telah sepakat menyatakan usai atas permasalahan sebelumnya.
 
"Kita ada kesepakatan bersama-sama secara sadar, bahwa tidak akan melanjutkan proses hukum baik hukum formal maupun proses hukum ke FIFA. Kabar baiknya, Peter juga sangat mungkin kembali bermain di Indonesia," ujar Haruna dalam rilis yang disampaikan kepada Antara di Pamekasan, Sabtu malam.
 
Peter Osaze Odemwingie merupakan pemain marquee Madura United FC saat klub sepak bola berjuluk "Laskar Sape Kerrap" ini berlaga di Liga 1 Indonesia 2017.
 
Pemain bintang ini bahkan tercatat sebagai pemian dengan produktivitas gol tinggi dibanding marquee player lainnya yang juga disewa klub Liga 1 kala itu.
 
Manajemen Madura United bahkan mengontrak Peter hingga pertandingan pada musim 2018, dengan membayar uang muka pada pemain itu. Namun dalam perkembangannya, terjadi persoalan antara Peter dengan Manajemen Madura United dan Peter kembali ke negaranya, tanpa alasan yang jelas.
 
Kala itu, Manajer Madura United FC Haruna Sumitro menilai Peter Odemwingie tidak profesional dan lalai terhadap tugasnya sebagai pemain yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola. Bahkan pihak manajemen merasa dibohongi pemain yang didatangkan dengan status sebagai marquee player itu.
 
Apalagi pihak manajemen telah memberikan uang muka kepada pemain berusia 36 tahun itu sebesar Rp3 miliar agar bertahan sampai musim 2018.
 
Madura United selanjutnya melayangkan surat teguran kepada Odemwingie agar segera bergabung bersama tim, tapi yang bersangkutan malam meminta bantuan lembaga hukum di London, Inggris agar melakukan somasi kepada Madura United.
 
Tidak hanya itu saja, pemain asal Nigeria itu juga mengirimkan surat kepada pihak manajemen terkait pembayaran kontrak yang masih dimilikinya selama semusim. Apalagi jika Madura United masih menginginkan jasa Odemwingie, maka harus membayar uang sebesar 125 ribu dollar AS atau sekitar 1,6 miliar. Jumlah tersebut belum termasuk denda 5 persen per hari yang diklaim Odemwingie.
 
Menurut Haruna, ada tiga poin yang diminta Odemwingie kepada Madura United. ia menilai Madura United lalai membayar sisa uang muka sebesar 65 ribu dollar AS atau sekitar Rp870 juta.
 
Kedua, Peter meminta, Madura United bisa tidak membayar penalti jika Madura harus mengeluarkan surat terminasi, tapi Madura United tetap dibebankan uang sebesar Rp85 ribu dollar AS atau sekutar Rp1,1 miliar.
 
Opsi ketiga, Madura United tidak bebas penalti kalau Odemwingie sudah mendapatkan klub (baru) sampai 25 Januari 2018. Tapi setelah dua sampai tiga hari berikutnya, Odemwingie mengirim surat lagi untuk membatalkan kontrak.
 
Atas sikap Odemwingie yang dinilai tidak profesional itu, Madura United menunjuk dua konsultan hukum mengurus urusan pidana dan menggugat Odemwingie melalui jalur FIFA per Rabu (31/1/2018).
 
"Kami bereaksi terhadap sikap Odemwingie yang tidak profesional dan lalai dan kami akan ofensif memperjuangjan hak klub, dan kami tidak pernah lalai untuk membayar (hak pemain), bahkan untuk 2018 kami sudah advance yang kalau dirupiahkan sekitar Rp3 miliar," ujar Haruna, menjelaskan.
 
Dalam perkembangan berikut, ternyata terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni sama-sama mengabaikan tuntutan yang disampaikan baik oleh pihak Madura United maupun oleh pihak Peter, dengan catatan Peter bersedia kembali Indonesia, dan menyelesaikan perjanjian sesuai kontrak awal yang telah ditetapkan.
 
Dengan cara itu, Madura United FC juga mencabut gugatannya pada FIFA terkait sikap indisipliner yang telah dilakukan Peter selama ini.

(Antara)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com