400 Anak Yatim dan Duafa Dapat Santunan dari Rumahqu Rumah Quran

400 Anak Yatim dan Duafa Dapat Santunan dari Rumahqu Rumah Quran


Bogor, HanTer - Sebanyak 400 anak yatim dan duafa mengikuti buka puasa bersama yang digelar "Rumahqu Rumah Quran di Hotel Bogor Icon, Bogor, Jawa Barat, Ahad (3/6/2018). Buka puasa ini juga dihadiri pimpinan Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurahman Al Habsy dan Syekh Husen Jaber. Selain buka bersama ratusan anak yatim dan duafa tersebut juga mendapatkan santunan dan bingkisan sembako.
 
Pemilik Yayasan Rumahqu Rumah Quran, Mohammad Farid mengatakan, pemberian santunan terhadap anak yatim dan duafa ini merupakan tahun keempat yang digelar bersama Yayasan Syekh Ali Jaber. Setiap tahun jumlah anak yatim dan duafa yang diberikan santunan juga selalu bertambah. Diharapkan ke depan umat muslim yang memiliki rejeki berlimpah bisa membahagikan anak-anak yatim dan duafa. 
 
"Karena mereka (anak yatim dan duafa) juga berharap. Karena di antara boro-boro bisa buat beli baju Lebaran. Untuk  makan saja masa sulit. Saya pernah melihat sendiri mereka makan nasi dengan lauk mie instan," ujarnya.
 
Farid juga menegaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya setiap tahun sekali. Karena yayasan yang dibentuknya juga menyantuni anak-anak yang ingin belajar Al Quran. Anak - anak tersebut juga selain belajar gratis juga diberikan seragam sekolah dan pakaian sehari-hari. Bahkan guru - guru ngaji yang mengajar di perkampungan dari 13 wilayah naungannya diberikan gaji setiap bulannya agar konsisten mengajarkan Al Quran.
 
"Apapun kebutuhan sekolah,  setiap bulan kita santuni.bukan hanya anak yatim tapi juga janda-janda," paparnya.
 
Farid pun berharap kegiatan menyantuni anak yatim dan duafa di hotel berbintang bisa dilakukan setiap tahun. Karena dengan menyantuni anak yatim dan duafa ada yang terkabul untuk membawanya ke surga. Oleh karena itu Farid juga mengajak pengusaha muslim untuk membuat acara santunan kepada anak yatim dan duafa. Karena ada doa dari anak yatim dan duafa yang terkabul untuk membawanya ke surga.
 
"Ada doa anak yatim dan duafa yang mengajak kita ke surga. Ada doa mereka yang dikabul," jelasnya.
 
Sementara itu Syekh Husen Jaber mengatakan, jika ajaran Islam dilakukan dengan benar maka tidak boleh ada orang yang miskin baik di Indonesia maupun dunia. Apalagi jika bersedakah maka akan mendapat berkah dari Allah SWT. Dengan memberikan rejeki kepada anak yatim dan duafa maka rejeki tersebut juga akan kembali kepada pemberinya. "Sesuai hadist Nabi kita tidak bisa dikatakan beriman ketika kita kenyang ada tetangga yang kelaparan," paparnya. 
 
Oleh karena itu, sambung Syekh Husen Jaber, Islam mengajarkan untuk bersedakah dan berzakat. Semua sedakah dan zakat tersebut dikeluarkan untuk orang-orang yang kurang mampu. Karena Islam mengajarkan persatuan dan kesatuan umat. Sehingga dalam Islam selalu mengajarkan orang yang kaya membantu orang yang kurang mampu. 

(safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com