Tajuk: Teroris Masuk Kampus

Tajuk: Teroris Masuk Kampus


Publik terhenyak ketika Tim Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri menangkap tiga terduga teroris Z, B, dan K di kawasan kampus Universitas Riau di Jalan HR Soebrantas Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, Sabtu (2/6/2018).  Pasalnya, selama ini, kampus adalah lembaga pendidikan yang mencetak kaum intelektual sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.
 
Ternyata,  ada juga kampus yang sudah dimasuki kelompok-kelompok teroris. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (3/6/2018) mengemukakan, tiga orang yang diamankan oleh Densus 88 bukanlah mahasiwa Universitas Riau, namun alumni kampus tersebut. MNZ, salah satu orang yang ditangkap bahkan sudah berstatus tersangka. 
 
MNZ  diduga orang yang menyimpan bom pipa yang siap meledak dan bahan peledak di Gelanggang Universitas Riau. Polri juga menyatakan bahwa MNZ ahli membuat bom. Dia merupakan jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Selain itu dari hasil penyidikan Polri juga ditemukan keterkaitan antara MNZ dengan terduga teroris yakni Polis alias Iba yang ditangkap pada 19 Januari 2016
 
Kita mengapresiasi atas keberhasilan Polri mengungkap jaringan terorisme di kampus perguruan tinggi negeri terbesar di Bumi Lancang Kuning tersebut. Jika jaringan terduga teroris yang ditangkap di Gedung Gelanggang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau itu tidak segera ditangkap, maka akan menimbulkan banyak korban jiwa.
 
Seperti diwartakan, Densus 88 Antiteror bersama Polda Riau menggerebek kampus tersebut, Sabtu (2/6/2018) siang. Penggerebekan melibatkan personel Brimob bersenjata lengkap dan Gegana serta Inafis. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga terduga teroris masing-masing berinisial Z, B, dan K.
 
Dari tangan ketiganya, polisi menyita empat unit bom rakitan dan menyita sejumlah serbuk-serbuk bahan pembuat bom dari gedung yang sejatinya merupakan sekretariat bersama kelembagaan mahasiswa tersebut.
 
Harapan kita pihak perguruan tinggi, Kemenristekdikti, dan aparat terkait lainnya harus berupaya keras untuk membersihkan kampus dari paham radikalisme. Apalagi, dalam rilisnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) belum lama ini menyebutkan, hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia sudah terpapar paham radikalisme. Hal ini berarti hanya butuh waktu tak lama lagi mengubah seseorang yang radikal menjadi terorisme.
 
Untuk mendegah paham radikalisme masuk kampus perluada evaluasi secara menyeluruh tentang pendidikan kebangsaan dan program deradikalisasi. Kemudian pihak Kemristekdikti harus memastikan semua pejabat kampus, dosen dan pegawai tidak ada yang menganut paham radikal. 
 
Publik meminta BIN dan aparat berwenang lainnya, termasuk Kementerian Ristekdikti, bisa segera mengambil langkah-langkah pencegahan agar paham radikalisme tidak berkembang di kampus.
 
Disisi lain kita meminta mahasiswa, dosen, dan pejabat perguruan tinggi untuk mewaspadai bahaya radikalisme. Radikalisme jelas menjadi salah satu cara melemahkan negara kita. Semua pihak hendaknya harus sama-sama menyatakan ‘perang’ terhadap paham radikalisme.
 
Radikalisme adalah suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan. 
 
Untuk mencegah menguatnya radikalisme diperlukan kepastian hukum, konstitusi, dan perdamaian. Jika paham radikal tumbuh di negeri ini tentu menjadi ancaman  terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
 
Radikalisme  harus dihilangkan dari bumi Indonesia karena bisa mengancam perdamaian dan keharmonisan hidup bangsa dan negara, serta mencoreng Indonesia di mata negara-negara Islam dunia. Itulah sebabnya, elit-elit negeri ini, BNPT, dan kepolisian harus lebih banyak melaksanakan dialog dengan ulama-ulama kharismatik di tiap-tiap daerah. Karena ulama-ulama itu bisa didengar oleh masyarakat.

(***)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com