Kirim PRT Ke Timteng, Kemnaker Rumuskan Aturan Baru

Kirim PRT Ke Timteng, Kemnaker Rumuskan Aturan Baru

Jakarta, HanTer - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah merumuskan aturan baru sebagai dasar hukum dalam rencana penempatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor pekerja rumah tangga (PRT) ke tiga negara di Timur Tengah (Timteng) pada tahun ini. Tiga negara itu adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN), Kemnaker, Soes Hindharno menjelaskan, kebijakan penempatan PRT ke tiga negara tersebut tanpa harus mencabut surat Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmen) Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian Pengiriman TKI PRT ke 19 negara di Timteng.

Ia menuturkan, penempatan PRT ke tiga negara tersebut akan dilandasi peraturan yang baru. Saat ini, aturan tersebut sedang dirumuskan. “Kita sedang merumuskan ketentuannya,” kata Soes kepada wartawan di kantornya, Senin (4/6/2018).

Menurut Soes, alasan ketiga negara tersebut dipilih untuk menempatkan PRT dalam tahun 2018 selain karena permintaan negara-negara tersebut, juga berdasarkan karena ketiga negara tersebut mempunyai peraturan perundang-undangan yang melindungi tenaga kerja asing, termasuk TKI.

“Pemerintah tiga negara ini sudah berkali-kali meminta secara resmi kepada pemerintah Indonesia agar PRT kita bisa ditempatkan di sana,” ucap dia.

Khusus untuk Arab Saudi, sambung dia, walaupun belum mempunyai peraturan perundang-undangan melindungi tenaga kerja asing, namun pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang perlindungan terhadap TKI.

Dalam beleid MoU itu, nantinya ada ketentuan seperti TKI diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi, berkomunikasi dengan keluarga, adanya batasan jam kerja, serta semua dokumen yang menyangkut TKI harus dipegang TKI sendiri. “Ketentuan seperti ini juga berlaku untuk semua negara yang menerima TKI,” kata dia.

Diungkapkan, pemerintah Arab Saudi sendiri sudah berkali-kali meminta agar pemerintah Indonesia segera menempatkan PRT ke negara itu. Hal ini terbukti dengan adanya pertemuan antara Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud ketika sang raja datang ke Indonesia tahun 2017. Selain itu, dua kali Duta Arab Saudi untuk Indonesia  bertemu Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri di Jakarta pada tahun 2017 dan 2018.

Soes menambahkan, PRT-PRT yang akan dikirim ke tiga negara itu adalah PRT-PRT yang berkompeten terutama dalam hal bahasa. “Karena tiga negara itu bahasa utamanya adalah Bahasa Arab maka PRT yang akan dikirim adalah PRT yang lancar berbahasa Arab,” kata dia.

Ketika ditanya siapa yang menyiapkan PRT yang dimaksud agar berkualitas, Soes menjawab, pemerintah daerah. “Pemerintah daerah harus latih dan didik mereka di balai latihan kerja (BLK) yang disiapkan daerah di mana PRT-PRT yang dimaksud berasal,” kata dia.

Soes mengakui, selama ini, sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan penghentikan pengiriman TKI PRT ke 19 negara di Timteng, tidak mengurangi banyaknya TKI PRT ilegal masuk dan bekerja di negara-negara di Timteng. “Pemerintah terutama Ditjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM bekerja keras untuk mencegah TKI PRT ilegal ke sana. Namun, tetap saja ada, dan banyak,” kata dia.

Sebelumnya Dirjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, Ronny Sompie, mengatakan, sepanjang tahun 2017, pihaknya menggagalkan sebanyak 1.500 TKI ilegal ke sejumlah negara terutama ke negara-negara Timteng.

Ketua Umum Asosiasi Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Ayub Basalamah, mengklaim, penghentian pengiriman TKI PRT ke Timteng justru menyuburkan pengiriman PRT secara ilegal ke sana, di mana setiap bulan sebanyak 10.000 TKI ilegal ke sana.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Nusron Wahid, mengatakan, pemerintah akan segera menempatkan PRT ke negara-negara Timteng.  “Kami sedang mempersiapkan formasi  yang bagus. Tak lama lagi kita tempatkan PRT di negara-negara itu,” kata Nusron Wahid.

 

(Arbi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com