Tommy Soeharto Pimpin Keluarga Cendana Partai Berkarya Vs PSI

Tommy Soeharto Pimpin Keluarga Cendana Partai Berkarya Vs PSI


Jakarta, HanTer — Keluarga Cendana terusik. Pasalnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai melecehkan mantan Presiden Soeharto karena mengunggah video yang berjudul "Penindasan HAM di Era Orde Baru" oleh Soeharto. Dalam video itu PSI menyindir rezim Orde Baru penuh dengan praktik korupsi dan  buruknya pemerintahan saat itu. Terkait Partai Berkarya akan menggugat PSI ke Bareskrim Polri.  Sejumlah kalangan hal ini menjadi awal ‘Perang’ Partai Berkarya, keluarga Cendana yang dipimpin Tommy Soeharto dengan PSI.

Menanggapi video yang diunggah PSI tersebut,  Ketua Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Syaroni menilai apa yang dilakukan oleh PSI selama ini baik menyerang keluarga Cendana atau figur lainnya hanyalah didasari motif kampanye gratis. Karena sebagai partai baru,  PSI berupaya ingin tampil ke permukaan. Caranya dengan melakukan provokasi dan agtasi kepada lawan-lawan politik yang memungkinkan dapat mengerek nama PSI naik ke ruang pemberitaan.

"Modus ini sudah berkali-kali dilakukan oleh pengurus PSI. Misalnya saat salah satu pengurusnya memprovokasi Fahri Hamzah. Terbukti nama politisi tersebut yang tadinya bukan siapa-siapa tiba-tiba saja terkerek naik dan akhirnya jadi perbincangan nasional," kata Syaroni kepada Harian Terbit, Selasa (5/6/2018).

"Termasuk yang saat ini dilakukan oleh PSI dengan memprovokasi keluarga Cendana. Motif cuma ingin tampil di ruang pemberitaan agar nama PSI terus berkibar tanpa mengeluarkan dana kampanye," tambahnya.

Syaroni menuturkan, sebaiknya Cendana tidak perlu merespons provokasi PSI secara berlebihan. Jika tidak ada respon dari Cendana maka dipastikan PSI sendiri yang akan menghentikan provokasi tersebut. Sehingga  provokasi yang dilakukanya gagal total untuk mengerek namanya naik di masyarakat.

Bagian Kampanye

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Silvanus Alvin mengatakan, perang PSI dengan keluarga Cendana dengan menggunggah video "Penindasan HAM di Era Orde Baru" merupakan upaya PSI sebagai pengingat semasa 20 tahun reformasi. Bangsa Indonesia tentu mau reformasi kala itu karena ada hal-hal yang kurang baik di era Soeharto. Tagar #Mei98JanganLagi juga jelas menunjukan pengaruh Orde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto.

"Video itu sebagai bagian kampanye yang dilayangkan oleh PSI terhadap partai baru yang dibidani oleh trah Soeharto," jelasnya.

Menurutnya, video tersebut  sebagai pengingat semata agar bangsa besar ini tidak mundur ke era tersebut. Oleh karena itu langkah pengurus PSI untuk tidak meminta maaf atas video tersebut sudah tepat. Apalagi mayoritas publik juga setuju jika ada yang salah pada pemerintahan era Soeharto sehingga berujung reformasi 98. 

Lebih lanjut Silvanus mengatakan, kampanye yang dilakukan PSI tentu ada tujuan untuk menggemboskan kekuatan Partai Berkarya. Apalagi keduanya sama-sama partai baru. Oleh karenanya tujuan dari kampanye  memang membingkai fakta tertentu, yang tentunya menjadi sisi lemah lawan, demi keuntungan si penyebar kampanye itu.

"Bila Partai Berkarya merasa tidak suka dengan video itu, saran saya, masuk saja ke jalur hukum. Karena hanya mereka (PSI) partai yang menyentil keluarga Cendana saat ini. Kalau menyerang secara frontal, malah akan merugikan PSI. Tentu saja, setelah serangan PSI ini pasti akan ada serangan balasan dari keluarga Cendana," paparnya.

GMB Geram

Saat ini Generasi Muda Berkarya (GMB) memang geram atas video unggahan PSI yang berjudul "Penindasan HAM di Era Orde Baru" menyudutkan presiden kedua RI, Soeharto dan keluarga besarnya. Oleh karena itu GMB akan melawan  tindakan PSI. "Kami selaku GMB akan melawan setiap kelompok yang menggangu marwah keluarga Cendana. Karena, secara tidak langsung video yang diunggah PSI itu sangat memfitnah dan menyudutkan keluarga Cendana," ujar Ketua Umum GMB, Andre Nandiwardhana dalam keterangannya. 

Andre mengatakan, selama ini keluarga Soeharto ataupun keluarga Cendana tidak pernah menggangu eksistensi PSI. Dengan beredarnya video tersebut, menurut dia, berarti PSI menabuh genderang perang. "Kami tidak pernah cari masalah dengan PSI tapi mereka yg pertama kali membuka masalah dengan kami. Istilah orang Betawi, "lo jual gue beli," katanya.

Andre juga mengancam akan menuntut PSI ke Bareskrim jika tidak menurunkan video tersebut di semua media sosial.

"Kami akan laporkan ke Bareskrim jika PSI tidak meminta maaf dan menurunkan video tersebut," imbuh mantan wasekjen AMPG tersebut.

Menurut dia, dalam video yang diunggah itu terkesan ada pemutarbalikan, pengkaburan, penyembunyian sejarah dan hanya menyudutkan Soeharto beserta keluarganya tanpa memberikan gambaran yang utuh. Padahal Presiden Soeharto memiliki andil yang besar dalam membangun bangsa dan negara Indpnesia.

Arogan

Sementara itu, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso juga mengingatkan PSI agar tidak arogan sekalipun sebagai partai pendukung pemerintah. Apalagi dengan menyebarkan video dan menjelek-jelekkan orang lain. Priyo mengaku telah melihat video dari sekelompok orang yang secara terbuka bangga dengan simbol partainya melakukan kampanye hitam tendensius dan merusak nama Soeharto dan keluarganya. “Itu cara tidak baik, provokatif dan sombong,” ujarnya

Mantan politisi Partai Golkar ini merasa, selama ini pihaknya sudah tenggang rasa terhadap pemerintahan saat ini. Karena itu mereka tidak pernah ikut-ikutan menyerang atau meramaikan tagar #2019GantiPresiden

“Tapi tingkah polah sombong dari PSI yang memuja-muja Jokowi setinggi langit dengan menista keluarga Soeharto telah cukup beri kesimpulan: kami akan kembali berhitung ulang dengan sikap politik yang lebih jelas,” kata Priyo, Minggu (3/6/2018).

Mantan Ketua DPR ini menyebutkan bahwa  video PSI telah merusak simbol-simbol yang dihormati Partai Berkarya, dalam hal ini Soeharto dan keluarganya. Video itu dinilainya penuh permusuhan dan hasutan.

“Ini tidak biarkan. Hak kita membela diri. Semua jenjang partai diserukan untuk bersatu padu melawan balik serangan jahat ini. Tidak peduli mereka dibackingi oleh toke-toke besar atau penguasa yang mereka dukung sekalipun!” seru Priyo.

Sebelumnya, Tim Komunikasi PSI, Andy Budiman dalam keterangan tertulisnya, mengatakan video yang diunggah sepanjang Mei 2018 itu semata untuk pendidikan. Menurut dia, video tersebut hanya merujuk sejarah.  Setidaknya ada satu menit durasi video yang diunggah PSI setiap hari sepanjang Mei 2018 tentang praktik pelanggaran HAM, Daerah Operasi Militer, penindasan umat Islam, hingga penculikan aktivis di masa Orde Baru. 

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com