Majukan Ekonomi Kreatif Indonesia, Bekraf Jadi Fasilitator Semua Jenis Usaha

Majukan Ekonomi Kreatif Indonesia, Bekraf Jadi Fasilitator Semua Jenis Usaha


Jakarta, HanTer - Di era digital saat ini sepertinya sudah menjadi modal utama bagi pelaku usaha. Maklum, saat ini transaksi apapun, kini sudah jarang dilakukan secara cash atau kontan. Namun, sudah berbasis teknologi internet secara online. 
 
Beranjak dari itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersiap menjadi lokomotif utama sekaligus pendorong majunya sektor ekonomi kreatif di Indonesia. 
 
”Selain itu, bertindak menjadi fasilitator semua jenis usaha untuk memajukan ekonomi kreatif Indonesia,” kata Deputi lnfrastruktur Bekraf, Dr Ir Hari Santosa Sungkari MH, dalam sebuah diskusi bertajuk Menuju 2020: Indonesia Sebagai Ekosistem Digital di ASEAN. Saatnya UMKM Bersiap!, di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018). 
 
Ditambahkannya, sejauh ini Bekraf tidak bisa memberikan bantuan segar atau uang tunai, kepada UMKM yang bergerak untuk memajukan industri kreatif. 
 
"Tapi kami bisa memberikan bantuan seperti membayar WI-FI secara gratis, untuk melancarkan transakai online dari pelaku UMKM. Dengan target tertentu, selama menyangkut industri kreatif. Prinsipnya kita ngga ngasih duit, tapi ngasih peralatan dan fasilitas," tuturnya. 
 
Diskusi yang digagas Indo Sterling Forum, Bekraf juga akan mendorong pelaku UMKM, untuk mulai menjalankan usahanya di ranah digital, tanpa harus meninggalkan usaha konvensionalnya. 
 
"Kendati tidak mudah menjadi enterpreuners tapi sekali jadi, luar biasa. Ciputra berapa lama jadi enterpreuner, Bill Gates dan Steve Job dan beberapa nama lainnya juga membutuhkan perjuangan panjang sebelum menjadi usahawan yang sukses," terangnya. 
 
Sungkari juga memberikan beberapa kiat khusus agar menjadi usahawan sukses dalam bidang ekonomi kreatif.  "Industri kreatif hakekatnya mengangkat kearifan lokal dengan packaging milineal," katanya.
 
Tak hanya itu, Sungkari juga mencontohkan pertunjukan Wayang Bharata, yang berdurasi empat jam bisa disederhanakan menjadi satu jam, dengan virtualitas di dalamnya. Plus kekuatan digital, dan kemasan milenial. 
 
Selain itu, engan melakukan mix reality. Seperti yang pernah dilakukan penyanyi AS, Rihanna, saat manggung di New York, tapi bisa dinikmati secara langsung di Jakarta, secara mix reality. 
 
"Pokoknya saya ingin industri kreatif, terutama film dan musik berkembang pesat. Meski untuk saat ini, untuk industri digital, Indonesia masih nomor dua  bawah Singapura, untuk regional Asia tenggara," tambahnya. 

(romi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com