TAJUK: Mengantisipasi Titik Rawan Kemacetan Saat Arus Mudik

TAJUK: Mengantisipasi Titik Rawan Kemacetan Saat Arus Mudik


Dalam hitungan hari Hari Lebaran tiba. Biasanya jelang lebaran jutaan masyarakat lakukan mudik untuk merayakan hari raya di kampung halaman. Terkait hal ini, pemerintah sudah mempersiapkan berbagai program dan kebijakan agar pelaksanaan mudik tahun ini aman dan lancar, mulai persiapan infrastruktur, mudik gratis dan lainnya.

Persiapan infrastruktur antara lain dengan membuka jalan-jalan tol baru, memperbaiki atau memuluskan jalan tol dan non tol untuk kenyamanan pemudik. Sementara untuik mudik gratis, selain pemerintah pusat, BUMN juga melaksanakan gawean ini. Mudik gratis dengan angkutan udara, darat dan laut.

Infrastruktur dan mudik gratis memang sudah disiapkan dengan rapih, namun publik masih mengkhawatirkan terjadinya kemacetan di sejumlah titik di ruas jalan utama, terutama di Jawa. Namun pemerintah mengklaim, kemacetan akan berkurang, tidak separah tahun lalu, karena

Mudik tahun ini lebar dan panjang jalan berubah, melakukan berbagai rekayasa lalu lintas, dan menyiapkan rute-rute alternatif. Juga menyiapkan ribuan polisi dan petugas lainnya untuik memantau arus lalu lintas.

Pemerintah memprediksi sejumlah titik rawan kemacetan pada sepanjang jalur mudik Lebaran 2018 di Jawa. Kementerian PUPR melalui data dari Kakorlantas memprediksi ada sekitar 8 titik rawan kemacetan.

Beberapa daerah rawan macet di Jalur Mudik Lebaran dari Jakarta hingga Banyuwangi itu di antaranya: 
1. Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Km.10- Km.16 - Km.37 A & Km.47 B)
2. Gerbang Tol Palimanan- Gerbang Tol Kertasari (Km.294) atau Sewaka
3. Jembatan Kali Kuto (perbatasan Kendal-Batang)
4. Gerbang Tol Manyaran, Semarang- Pasar Tonjong (Karang Sawah, Kab. Brebes)
5. Jalur Limbangan – Malambong – Gentong (Tasikmalaya)
6. Rest Area Tol Cipali (Km.130 dan Km.102); Tol Cikampek (Km.62, Km.52 & Km.42) untuk arus balik
7. Penyeberangan Merak-Bakauheni
8. Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk


Kita mengimbau pemudik untuk mengantisipasi titik-titik kemacetan saat mudik Lebaran 2018. Caranya dengan mengecek kondisi kendaraan dan stamina fisik ketika melintasi titik kemacetan.

Harapan kita insiden yang terjadi di tol Brebes Exit (Brexit) pada tahun lalu tidak akan terjadi lagi. Hal ini pun sudah diantisipasi pemerintah, antara lain membuat jalur alternatif di Brebes dan sekitarnya. Sementara  terkait adanya indikasi penumpukan kendaraan di tol Brebes, seperti di arah Kertasari-Tegal pun sudah diantisipasi dengan menyediakan 12 gerbang. 

Puncak arus mudik lebaran tahun ini diperkirakan  terjadi pada H-6 Lebaran, yakni Sabtu, 9 Juni 2018 dan hari pertama Lebaran.  Sedangkan puncak arus balik, berdasarkan survei terjadi pada H+3 Lebaran, yaitu pada hari Selasa, 19 Juni 2018.

Selain upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemacetan, masyarakat harus berpartisipasi. Dalam menghabiskan libur Lebaran di kampung halaman sebaiknya warga  tidak berangkat mudik secara bersamaan akhir pekan ini karena menurut perkiraan lalu lintas kendaraan di jalan meningkat pada Jumat (8/6) hingga Minggu (10/6).

Menurut Kapolri Tito Karnavian, rawan macet Jumat, Sabtu, Minggu, kalau serempak pulang (mudik). Kalau bisa, daripada macet di jalan, lebih baik ditunda. Mudiknya tanggal 10, 11, atau 12 Juni. Saran kami hindari penumpukan di satu dan dua hari.

Hal penting lainnya, selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima untuk perjalanan mudik, terutama bagi mereka yang melalui perjalanan panjang melewati Tol Trans Jawa, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadio, harus mengecek kendaraan masing-masing. Usahakan tangki BBM selalu penuh. Pemudik  juga harus  menyiapkan bekal makanan dan obat-obatan untuk mengantisipasi kemungkinan antrean panjang di area rihat tol.

Harapan kita arus mudik dan arus balik Lebaran 2018 akan lebih baik dari tahun 2017 karena infrastruktur jalan Tol Trans Jawa sudah bisa dipergunakan meski sebagian masih bersifat fungsional.

(***)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com