Bongkar Penyelewengan dan Dugaan Korupsi di RSUD Dairi Yang Terindikasi Dampak Dari Dinasti Politik

Bongkar Penyelewengan dan Dugaan Korupsi di RSUD Dairi Yang Terindikasi Dampak Dari Dinasti Politik


Jakarta, HanTer - Dinasti politik yang kerap merugikan masyarakat luas dinilai terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Diduga akibat kasus korupsi dan penyelewengan kewenangan yang merupakan dampak dari dinasti politik, telah terjadi banyak malpraktik hingga mengakibatkan pasien meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumut.

Menangapi hal itu, Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menegaskan, di mana ada dinasti politik, di situ ada pusaran tindak korupsi karena biasanya dalam menempatkan orang per orang di posisi strategis bukan karena dari kapasitas, skill, kemampuan dan kualitasnya, tapi hanya dari faktor kedekatan dan kekerabatan.

Begitupun yang terjadi di RSUD Sidikalang, Dairi, Sumut. Seperti diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Kadis Kesehatan Pemkab) Dairi Nitawati Sitohang adalah anak dari Bupati Dairi Johnny Sitohang Adinegoro. Dan saat ini, adik Nitawati yang juga anak Johnny Sitohang Adinegoro, yakni Depriwanto Sitohang (DS) maju sebagai Calon Bupati (Cabup) Dairi, Sumut.

Karena masih memiliki hubungan keluarga, aroma dinasti politik di kabupaten penghasil kopi ternama tersebut begitu kental.

Terkait hal itu, Uchok menilai buruknya kualitas pelayanan di RSUD milik pemerintah daerah tersebut akibat dampak dari diterapkannya politik dinasti. Selain itu, ada dugaan telah terjadi praktik korupsi yang berdampak pada buruknya kualitas pelayanan.

"Dinasti politik yang terjadi di sejumlah daerah, jika dibiarkan, ini sangat membahayakan. Begitupun yang terjadi di Kabupaten Dairi, khususnya di RSUD Sidikalang, Dairi, yang dikenal memiliki pelayanan buruk terhadap para pasien di sana," ujar Uchok di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Sangat mungkin, menurut Uchok, kasus seperti yang terjadi RSUD Sidikalang, Dairi, merupakan perwujudan adanya penyelewengan kewenangan. Karena, pengelolaan RSUD di bawah langsung Kadis Kesehatan Nitawati yang bisa menentukan siapa Dirut RSUD tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkin di sana telah terjadi dugaan praktik korupsi.

"Dinasti politik selalu beririsan dengan korupsi. Ini yang patut diwaspadai bersama. Apalagi diketahui, Kadis Kesehatan Nitawati itu anaknya Bupati Johnny Sitohang. Dan saat ini, adiknya Nitawati, Depriwanto Sitohang, menjadi calon bupati Dairi untuk menggantikan bapaknya. Masyarakat harus lebih cerdas dalam menentukan sikapnya. Jangan biarkan dinasti politik merajalela," tegas Uchok.

Diberitakan sebelumnya, seorang ibu, Ramayana boru Sidauruk (38), yang sedang hamil sembilan bulan meninggal bersama bayi di kandungannya di RSUD Sidikalang, Dairi, diduga akibat kelalaian petugas rumah sakit.

Sebab, bidan dan perawat yang menangani pasien warga Desa Lumbantoruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, tersebut tidak berusaha memanggil dokter kandungan meski kondisi pasien sedang kritis saat hendak bersalin di ruang perawatan.

"Ada seorang bidan, tak tahu saya namanya, justru mengatakan tak ada dokter. Dia tak berusaha mengabari atau memanggil dokter saat istri saya sedang kritis," ungkap Tulus Sihombing (40), suami Ramayana, Rabu (18/4/2018) lalu.

Pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan salah satu layanan yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Pelayanan kesehatan yang dimaksud tentu adalah pelayanan yang cepat, tepat, murah dan ramah.

Namun, buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi sudah sering dikeluhkan warga. Pelayanan mulai dari ketersediaan obat dan alat, penanganan pasien rawat inap sampai soal keramahtamahan para perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut.

Dalam satu tahun terakhir, masyarakat Kabupaten Dairi dikejutkan dengan berbagai kejadian memilukan yang bersumber karena buruknya layanan di rumah sakit tersebut.

Belum hilang dari ingatan kita kejadian pada April 2017 lalu, sebanyak 5 pasien yang akan melakukan operasi persalinan tertunda karena ketidaktersediaan obat di rumah sakit ini. Kali ini, kejadian karena buruknya layanan kembali lagi terjadi di rumah sakit yang beralamat di Jalan Rumah Sakit No. 19, Sidikalang, Batang Beruh, Dairi ini.

Seorang Ibu yang hamil sembilan bulan bernama Ramayana boru Sidauruk meninggal bersama bayi di kandungannya diduga akibat kelalaian petugas rumah sakit.

(Sammy)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com