TAJUK: Uji Kelaikan Angkutan Lebaran 2017

TAJUK: Uji Kelaikan Angkutan Lebaran 2017


Kita mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub)  dan pemerintah daerah mengecek kelaikan jalan angkutan mudik Lebaran 2018, baik darat, laut, dan udara. Uji kelaikan ini untuk mengetahui angkutan mudik dalam kondisi laik atau tidak guna menghindari terjadi hal tak diinginkan.

Kalau memang laik digunakan, maka kendaraan tersebut boleh digunakan untuk mengangkut penumpang. Tapi kalau dinyatakan tidak laik, maka kendaraan tersebut harus dikandangkan terlebih dahulu untuk diperbaiki.

Menteri Perhubungan, Budi Sumadi saat inspeksi mendadak Terminal Tirtonadi, Solo, Minggu, menemukan sejumlah bus antarkota yang tak laik jalan sehingga keberangkatannya ditunda sampai unsur keselamatan dipenuhi. Busnya sudah jelek dan uji kelaikan tidak dilakukan semestinya.

Uji kelaikan adalah hal yang lazim dilakukan untuk setiap kendaraan yang akan beroperasi karena memang tujuannya untuk mengecek apakah ada yang tidak berfungsi perlengkapannya. Uji kelaikan untuk angkutan darat, misalnya, antara lain mencakup ban, rem kaki, rem tangan, lampu hingga penghapus air hujan (wiper).

Harapan kita aparat berwenang harus mewajibkan pemilik angkutan yang kendaraannya tidak memenuhi syarat kelaikan harus segera memperbaiki. Bila nekat melanggar, angkutan umum tersebut pantas dikenai sanksi tegas. Demi keselamatan penumpang, pengusaha angkutan tidak boleh mengabaikan kelaikan kendaraannya.

Seperti diketahui, ketidaklaikan kendaraan umumnya disebabkan karena sejumlah unsur teknis dan penunjangnya tidak berfungsi dengan baik seperti rem tangan, penerangan, penghapus kaca depan (wiper) hingga pengukur kecepatan (speedometer).

Ramp check dilakukan untuk mencegah kecelakaan pada arus mudik dan balik tahun ini. Selain itu,  Kemenhub juga memberikan pembinaan dan penyuluhan untuk seluruh supir bis angkutan mudik gratis periode Lebaran 2018 guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas bersumber dari pengemudi.

Biasanya, faktor pengemudi menjadi salah satu potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas, selain perlengkapan dan kesiapan kendaraan serta faktor lingkungan, seperti pohon tumbang. Karenanya, pengusaha angkutan harus menjaga dan membina disiplin para pengemudinya. Pengemudi yang disiplin sangat menentukan keselamatan.  

Guna menjamin keselamatan, Kemenhub juga menyiapkan rambu dan lampu-lampu penerangan di jalan-jalan nasional. Selain rambu dan lampu penerangan jalan, fasilitas perlengkapan jalan lain juga disiapkan seperti APILL (traffic light, Guardrail, Variabel Message Sign (VMS), dan Kamera CCTV.

Persiapan angkutan mudik sudah dilakukan. Harapan kita pemudik yang menggunakan transportasi darat, laut dan udara, dapat aman, nyaman, selamat sampai di tujuan. Untuk itu perlu kerjasama semua pihak, terutama perlunya kedisiplinan dari pengemudi dan pemudik untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan kemacetan.

Tak hanya itu, kesiapan penyedia layanan transportasi harus dipastikan. Kelayakan kendaraan harus diutamakan sehingga keselamatan menjadi hal yang utama.

Ke depannya kita berharap pemerintah sejak jauh-jauh hari sudah pemerintah sudah merencanakan pengelolaan arus mudik, sehingga ‘gawean’ angkutan mudik menjadi lebih baik lagi.

Harapan kita perjalanan mudik 2018 lebih baik dari sebelumnya. Kita juga menginginkan angka kecelakaan bisa ditekan seminimal mungkin, bila perlu zero accident. Semoga mudik tahun ini aman, nyaman, dan pemudik selamat sampai di tujuan.

(***)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com