Kecelakaan Lalin Saat Mudik: 14 Orang Tewas, 12 Luka Berat, 84 Luka Ringan

Kecelakaan Lalin Saat Mudik: 14 Orang Tewas, 12 Luka Berat, 84 Luka Ringan

Kecelakaan lalu lintas saat arus mudik 2018 masih terjadi. Menurut catatan Mabes Polri terjadi sebanyak 70 kecelakaan lalu lintas terjadi di seluruh Indonesia pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2018 hari kedua atau Jumat (8/6) atau H-7 Lebaran.
 
"Dari laporan di lapangan, pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat atau H-7 Lebaran, terjadi 70 kecelakaan lalu lintas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal, Sabtu.
 
Kecelakaan tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia, 12 orang luka berat dan 84 orang mengalami luka ringan.
 
Bila dibandingkan dengan data kecelakaan pada Operasi Ramadniya tahun 2017, data kecelakaan tersebut turun 33 persen.
 
"Pada H-7 Lebaran tahun lalu, jumlah kecelakaannya 104 kasus dengan korban meninggal 39 orang," katanya.
 
109.165 Kendaraan  
 
PT Jasa Marga Tbk mencatat ada sebanyak 109.165 kendaraan dari kawasan Jakarta melintasi pintu masuk gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, menuju arah Timur pada enam hari menjelang (H-6) Lebaran 2018, Sabtu (9/6).
 
"Kendaraan keluar Jakarta melalui Gerbang Tol Cikarang Utama meningkat 55 persen pada H-6 dibanding lalu lintas normal sekitar 70.230 kendaraan," kata Media Relations Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Herald Galingga di Cikarang Kabupaten Bekasi, Minggu.
 
Herald memprediksikan 109.115 kendaraan akan meninggalkan Jakarta melalui GT Cikarang Utama pada H-5 atau Minggu (10/6). "Angka tersebut naik 85 persen dari volume lalin normal yakni 58.851 kendaraan," tutur Herald.
 
1 Juta Penumpang
 
Sementara itu, melewati hari ketiga atau H-6 Angkutan Lebaran 2018, PT. Angkasa Pura II (persero) tembus layani 1 juta penumpang di 15 Bandara yang dikelola AP II.
 
Data realisasi sementara penumpang Angkutan Lebaran 2018 sampai dengan hari ketiga adalah sebesar 1.036.166 atau naik 14,5% dibanding tahun lalu pada periode yang sama yaitu sebesar 903.538. Pertumbuhan dengan prosentase tertinggi ada pada Bandara Banyuwangi yaitu sebesar 133,5% dikuti oleh Bandara Silangit (39,5%), Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang (23,8%), Bandara Internasional Minangkabau Padang (20,4%) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang(18,5%). Untuk pergerakan penumpang angkutan lebaran mayoritas ada di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 615.566 penumpang atau naik 15% dibanding tahun lalu dikuti oleh Bandara Kualanamu sebesar 94.938 (8,5%) dalam periode 3 hari ini.
 
Untuk pergerakan pesawat sampai dengan H-3 adalah 7.156 pesawat naik 4,7% dibandingkan tahun lalu sebesar 6.836 pesawat dimana prosentase kenaikan paling tinggi ada dibandara Banyuwangi yaitu sebesar 91,6%. Bandara Kertajati merupakan bandara terbaru yang dikelola AP II tahun ini adalah  kali pertamanya dioperasikan untuk melayani Angkutan Lebaran 2018.
 
President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menjelaskan, “Lonjakan penumpang ini akan terus berlanjut menjelang hari H lebaran atau tanggal 15 Juni 2018, kami akan terus bersynergi dengan seluruh stake holder untuk memastikan lancarnya pelayanan Angkutan Lebaran 2018 ini”.
 
Adapun rute-rute favorit untuk tujuan domestik adalah Surabaya, Bali, Medan, Makasar dan Jogyakarta, untuk rute-rute favorit untuk tujuan Internasional masih didominasi tujuan ke Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, Bangkok dan Tokyo. 

(Harian Terbit/Alee)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com