KPK Bantah OTT Tiga Kepala Daerah Politis

KPK Bantah OTT Tiga Kepala Daerah Politis


 

Jakarta, HanTer  - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tiga Kepala Daerah dari PDIP karena pesanan. Alasannya kinerja KPK dilakukan secara independen dan tanpa ada pihak manapun bisa memesannya.
 
Oleh karenanya penangkapan terhadap eksekutif atau kepala daerah terduga lakukan korupsi dilakukan secara profesional.
 
"Lembaga kami bekerja secara independen dalam menjerat kepala daerah sebagai tersangka kasus korupsi. Saya tegaskan tidak ada pihak yang dapat mengatur pimpinan KPK dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka korupsi," kata Saut yang dikonfirmasi, Senin (11/6/2018).
 
Saut menuturkan, para pimpinan KPK tidak dalam posisi diatur apalagi di bawah desain kelompok yang punya kepentingan. Apalagi, penetapan tersangka tersebut berkaitan dengan Pilkada. Oleh karenanya Saut memastikan kasus Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyono, tidak berkaitan dengan Pilkada. Penetapan Syahri sebagai tersangka karena bukti-buktinya sudah cukup.
 
"KPK tidak menghendaki bila tersangka tetap bisa maju dalam Pilkada tapi kalau kemudian terpilih. Seperti kan ada kejadian sebelumnya dilantik di ruang tahanan, dimana. Itu kan prosedur-prosedur itu aja," jelasnya.
 
Sebelumnya, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari yang mengatakan penetapan tersangka terhadap tiga kepala daerah pekan ini ada campur tangan politik. Eva mengatakan tak bisa menjelaskan lebih rinci skenario politik itu. Ia juga tak bisa memberi tahu pihak yang bermain dalam skenario ini. Tapi menurut dia, di tahun pemilu, apapun bisa dipolitisasi.
 
Akan tapi pendapat Eva itu karena kurang dari sepekan, KPK telah menetapkan tiga tersangka korupsi yang berasal dari PDIP. Mereka adalah Bupati Purbalingga Tasdi, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar. KPK menyangka mereka menerima suap untuk pengadaan barang dan jasa di daerah yang mereka pimpin.
 

 

(safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com