SPBU Pertamina Dipaksa Pasok Premium saat Mudik Lebaran, Ini Akibatnya

SPBU Pertamina Dipaksa Pasok Premium saat Mudik Lebaran, Ini Akibatnya


Jakarta, HanTer - Pengamat Energi Ferdinand Hutahean meminta pemerintah tidak memaksa Pertamina memasok premium dengan harga murah.
 
“Kebijakan Pemerintah merugikan Pertamina karena harga Rp6.450 per liter harusnya di atas Rp7.600 per liter,”tegasnya di Jakarta Selasa (12/6/2018).
 
Ferdinand mempertanyakan siapa  yang bertanggung jawab menanggung selisihnya. “Seharusnya pemerintah bukan Pertamina,”katanya.
 
Dia menegaskan,  seharusnya pemerintah menjelaskan detail siapa yang menanggung kerugian itu. Pemerintah diminta tak sekadar beretorika.
 
“Terutama Menteri ESDM kalo memerintahkan peertsmina pasok premium makan pemerintah yang nanggung ruginya,”katanya.
 
Pengamat migas yang juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria mengingatkan adanya dampak dalam pengadaan kembali premium di sejumlah SPBU dalam rangka penyediaan BBM pada musim libur lebaran ini.
 
“Disaat ramainya mudik ini, SPBU Pertamina yang selama ini tidak menyediakan Premium, jika dipaksakan SPBU yang selama ini tidak menjual premium untuk segera menyediakan dan menjual Premium maka  dengan switch produk ini , bisa menimbulkan masalah jika dilakukan pada saat mudik lebaran karena ini harus melalui proses pengosongan tangki BBM, dan ini sangat berisiko. Stok BBM akan kosong, dan ini berbahaya bagi penyediaan BBM . Apalagi di keramaian mudik ini,” kata Sofyano di Jakarta, Selasa (12/6) .
 
Hal ini dikemukakan Sofyano menyusul adanya keluhan dari sejumlah spbu Pertamina untuk menyediakan premium, khususnya bagi kebutuhan mudik tahun ini.
 
Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menargetkan pada H-7 Lebaran sudah ada 2.090 SPBU di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) yang menjual BBM Premium untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melakukan mudik maupun balik Lebaran.
 
Sebanyak 2.090 SPBU, terdiri dari 1.519 SPBU penyalur BBM Premium eksisting. Tambahannya 571 SPBU yang akan kembali menjual Premium pasca revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.
 
“Total SPBU yang akan menjual BBM (Premium) di Jamali itu ada 2.090 SPBU. Kita harapkan H-7 itu semua tersedia,” ungkap Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa.
 
Sementara itu, Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Gandhi Sriwidodo mengatakan Pertamina akan terus berupaya menjalankan instruksi pemerintah. Dia menjelaskan, tim di lapangan terus bergerak untuk mewujudkan target tersebut.
 
“Itu di lapangan sejak akan diterapkan sudah bergerak persiapan pengalihan tangki dari Pertalite maupun Pertamax yang ada dobel dialihkan salah satunya,” jelas dia.
 
Meskipun tidak dapat memastikan bahwa tambahan 571 SPBU tersebut dapat kelar hingga H-7 Lebaran, Gandhi menegaskan Pertamina berupaya agar makin banyak SPBU Pertamina yang menjual premium.
 
“Insya Allah doakan. Tim di lapangan pastinya bekerja keras. Jadi Pertamina komitmen dengan yang diperintahkan,” tandas Gandhi. 
 

(Akbar)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com