Lima Kapten Tim dalam Sorotan

Lima Kapten Tim dalam Sorotan

Kejuaraan Dunia Sepakbola 2018

Moskow, HanTer - Beberapa relatif muda sementara yang lain dapat mengandalkan pengalaman bertahun-tahun. Beberapa adalah debutan dikejuaraan terakbar sepakbola, yang lain adalah wajah yang akrab di panggung global.
 
Para pemain yang dipilih untuk menjadi kapten tim mereka di Rusia 2018 ini siap untuk tampil ke lapangan, tetapi hanya satu dari mereka yang dapat memenuhi impian mengangkat trofi paling prestisius dan terkenal itu pada 15 Juli mendatang di Moskow.
 
Dengan kick-off yang cepat semakin dekat, kami coba memperkenalkan kepada anda kisah-kisah unik di balik lima kapten tim pada Kejuaraan Dunia Sepakbola FIFA 2018 Rusia ini.
 
 
Essam El Hadary (Mesir)
 
Penjaga gawang kelahiran 15 Januari 1973, siap menjadi pemecah rekor.
 
Sebelumnya, mantan kiper Kolombia, Faryd Mondragon memegang rekor sebagai pemain tertua yang tampil di kejuaraan dunia sepakbola FIFA. Saat bermain di Brasil 2014 lalu, ia berusia 43 tahun dan tiga hari.
 
Namun sekarang, rekor itu terancam. Kapten dan penjaga gawang Mesir, Essam El Hadary akan memulai sengitnya atmosfir kompetisi di Rusia 2018 pada usia 45 tahun dan 150 hari, dan tampaknya ia akan mengambil alih peran pemain tertua dalam sejarah turnamen.
 
 
Harry Kane (Inggris)
 
Berperan sebagai striker, kelahiran 28 Juli 1993, dia akan menjadi pemegang ban kapten yang legendaris.
 
Harry Kane masih berusia 24 tahun saat melakoni kejuaraan dunia sepakbola FIFA 2018 Rusia. Namun, kualitas permainan dan kepemimpinannya didalam lapangan sudah cukup untuk membujuk manajer Inggris Gareth Southgate, bahwa dia adalah pewaris alami untuk ban kapten yang sebelumnya dikenakan oleh orang-orang seperti Wayne Rooney, John Terry, David Beckham dan Gary Lineker. Striker Tottenham Hotspur, yang telah mencetak lebih dari 100 gol dalam empat musim terakhir di level klub, akan menjadi kapten termuda turnamen.
 
 
Neymar (Brasil)
 
Pemain kelahiran 5 Februari 1992 yang berperan sebagai ujung tombak sekaligus bomber yang kini merumput bersama Paris St Germain itu akan menjadi superstar di puncak kekuasaannya
 
Neymar tidak diragukan lagi adalah salah satu bintang sepakbola terbesar di dunia. Pemain berusia 26 tahun itu baru-baru ini diberikan kepercayaan sebagai kapten Brasil, dan dengan itu, tanggung jawab memimpin A Selecao untuk mengangkat trophy keenam mereka, sehingga menghapus kenangan menyakitkan dari turnamen yang berlangsung dirumah mereka empat tahun lalu.
 
Setelah baru pulih dari cedera, ia kembali ke tim nasional dengan gaya serangan briliannya dalam pertandingan persahabatan melawan Kroasia baru-baru ini.
 
Meskipun Tite belum membenarkannya - ia memutar ban kapten - comeback Neymar adalah berita besar bagi Selecao dan media, para ahli dan penggemar sedang menunggu untuk melihat apakah pemain paling berbakat di skuad Brasil akhirnya akan menjadi orang yang memimpin jalannya di Rusia.
 
 
Aron Gunnarsson (Islandia)
 
Berlaga di kejuaraan dunia sepakbola FIFA 2018 Rusia adalah debut yang tak terlupakan bagi pemain yang berperan sebagai gelandang kelahiran 22 April 1989 ini.
 
Tampilnya Islandia di kompetisi kasta tertinggi di dunia ini menjadi salah satu kisah paling menarik dalam sepakbola internasional selama beberapa tahun terakhir.
 
Negara ini lolos ke Kejuaraan Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 2015, berangkat pada tahap perempat final di putaran final menyusul kekalahan tuan rumah Perancis. Setelah mengamankan kualifikasi bersejarah untuk Rusia 2018, Gunnarsson sekali lagi akan memimpin negaranya dan memikul tanggung jawab untuk mengisi rekan satu timnya dengan semangat yang sama seperti yang mereka tunjukkan dua tahun lalu di Prancis.
 
 
 
Radamel Falcao (Kolombia)
 
Striker kelahiran 10 Februari 1986 ini akan membawa misi balas dendam "El Tigre".
 
Pada 22 Januari 2014, Radamel Falcao mengalami cedera ligamen lutut yang memaksanya melewatkan Kejuaraan Dunia Sepakbola FIFA pertamanya yang berlangsung di Brasil.
 
Empat tahun lalu, Kolombia harus puas berada di perempat final turnamen, pencetak gol sepanjang masa mereka hanya bisa menonton dari layar kaca, setelah tersingkir oleh tuan rumah.
 
Memang terkadang hidup menawarkan kesempatan kedua. Sang striker pun sekarang bersiap-siap untuk kapten Los Cafeteros dan menulis bab lain di buku sejarah negaranya.

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com