Jelang Pemilu 2019, Para Paslon Diminta Kawal Suara Antisipasi Praktik Manipulasi

Jelang Pemilu 2019, Para Paslon Diminta Kawal Suara Antisipasi Praktik Manipulasi

Jakarta, HanTer - Jelang pemilihan umum (Pemilu), praktik manipulasi suara berpotensi terjadi di daerah yang secara geografis sulit ditempuh (terpencil). Terutama, di wilayah yang terindikasi munculnya dinasti politik.

Para pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 diminta untuk lebih peduli mengawal suara mereka di daerah-daerah terpencil atau pedalaman serta di wilayah terindikasi dinasti politik.

"Mereka kan berkepentingan untuk tidak terjadi kecurangan. Para pasangan calon harus mulai mengidentifikasi daerah mana aja yang secara geografis rawan," ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Titi mengatakan, pengawas pemilu juga harus memetakan daerah mana saja yang rawan pelanggaran. Ia menyarankan, data-data pemilihan umum atau Pilkada sebelumnya bisa menjadi rujukan.

Adapun salah satu daerah yang memiliki geografis yang sulit serta terindikasi dinasti politik adalah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut).

Seperti diketahui, Depriwanto Sitohang (DS) maju sebagai Calon Bupati (Cabup) Dairi, Sumut. DS tak lain adalah anak dari Bupati Dairi yang saat ini masih menjabat, yakni Johnny Sitohang Adinegoro.

Selanjutnya, Titi menekankan, fungsi pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga penting untuk memastikan tidak ada praktik penggelembungan suara.

Namun, panitia pengawas pemilu (Panwaslu) juga harus memastikan imparsialitas atau independensi jajaran pengawas TPS.

"Sehingga harapan terwujudnya Pilkada yang jujur, adil dan demokratis bisa terwujud sesuai harapan semua pihak," jelas Titi.


Berbahaya

Terpisah, Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan di mana ada dinasti politik, di situ ada pusaran tindak korupsi karena biasanya dalam menempatkan orang per orang di posisi strategis bukan karena dari kapasitas, skill, kemampuan dan kualitasnya, tapi hanya dari faktor kedekatan dan kekerabatan.

"Dinasti politik yang terjadi di sejumlah daerah, jika dibiarkan, ini sangat membahayakan. Begitupun yang terjadi di Kabupaten Dairi, Sumut," ujar Uchok di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Menurut Uchok, dinasti politik selalu beririsan dengan korupsi. Ini yang patut diwaspadai bersama. Apalagi diketahui, Kadis Kesehatan Nitawati anaknya Bupati Johnny Sitohang. Dan saat ini, adiknya Nitawati, Depriwanto Sitohang, menjadi calon bupati Dairi untuk menggantikan bapaknya.

"Masyarakat harus lebih cerdas dalam menentukan sikapnya. Jangan biarkan dinasti politik merajalela," tegas Uchok.

(Sammy)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com