MUI: Kunjungan Yahya Staquf ke Israel Khianati Umat Islam dan Indonesia

MUI: Kunjungan Yahya Staquf ke Israel Khianati Umat Islam dan Indonesia

Jakarta, HanTer - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Anton Digdoyo menilai,kedatangan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI yang juga Sekjen PBNU Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara di Israel merupakan pengkhianatan terhadap Islam, pada bangsa indonesia dan pada bangsa-bangsa beradab di seluruh dunia. Apalagi Yahya juga berbicara bahwa Alquran harus direvisi disesuaikan dengan kekinian karena sikon sosial yang dinamis.
 
"Ini (pembocaraan Yahya di Isreal) tidak relevan karena kita dan dunia tidak mengutuk yahudi sama sekali tetapi mengutuk Israel yang menjajah Palestina. Bahkan berlaku sangat biadab membunuhi bangsa Palestina dengan kejam dan bengis," ujar Anton di Jakarta, Rabu (13/6/2018).
 
Anton juga menegaskan, pihaknya tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut kepergian Yahya ke Israel urusan pribadi yang bersangkutan. Apalagi Yahya datang atas undangan The Israel Council on Foreign Relations (ICFR),  forum yang mengkaji kebijakan luar negeri Israel, dengan bantuan WJC (World Jewish Congress/Kongres Yahudi Dunia). Oleh karenanya Jokowi pasti mengetahui rencana anggota Wantimpres karena secara administrasi juga etika anggota Wantimpres pasti memberitahu pada Presiden dan kawan-kawannya sesama Wantimpres.
 
"Ini berarti Presiden dan Yahya Staquf tak peka terhadap sikap bangsa Indosia, kondisi aktual Palestina dan sikap bangsa-bangsa dunia yang mengutuk Israel," paparnya.
 
Lebih lanjut Anton mengatakan, kedatangan Yahya ke Israel tidak bisa memahami konstitusi atau amanah pendiri bangsa (founding father) yang seperti tercantum dalam Pembukaan UUU 1945 bahwa penjajahan di dunia harus dihapuskan. Oleh karenanya kedatangan Yahya ke Israel telah gagal melihat manuver zionis dimana tujuan diplomasi Israel menggunakan Yahya Staquf untuk membangun opini dunia. Karena wakil dari Wantimpres Indonesia saja sudah akui israel dan Jerusalem sebagai ibukotanya. 
 
"Apalagi Yahya Staquf juga sama sekali tak mengritik Israel dan acaranya di Jerusalem, ibukota ilegal Israel yang dari segi hukum internasional tidak diakui. Bagi kaum muslim langkah Staquf sangat menyakitkan ia telah khianati Islam, bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa dunia yang anti penjajahan," paparnya.
 
Seperti diketahui tokoh NU yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Yahya Cholil Stafuq (Gus Yahya) mengunjungi Israel, Minggu (10/6/2018) kemarin.Kunjungan Gus Yahya merupakan undangan Israel sebagai pembicara di The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center.
 
Sontak kunjungan Gus Yahya mengundang kontraversi mengingat Israel merupakan penjajah bangsa Palestina dan akan menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Isreal. Padahal negara- negara di dunia sudah sepakat bahwa penjajah diatas dunia harus dihapuskan. Bahkan para pendiri bangsa Indonesia juga sepakat penjajahan harus dihapuskan di dunia.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com