7th General Assembly Unesco Bikin Wayang Dikagumi, Tapi Terpinggirkan

7th General Assembly Unesco Bikin Wayang Dikagumi, Tapi Terpinggirkan


Paris, HanTer - Sejumlah penggiat seni wayang yang tergabung di Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI), menunjukkan kebolehannya, dan menjadi bagian penting dari meeting program ‘7th General Assembly’ yang berlangsung di Markas UNESCO, Paris, pekan lalu.
Perhelatan yang disaksikan ratusan orang dari berbagai Negara ini sekaligus menunjukkan pada dunia, bahwa Indonesia adalah rumah bagi wayang.
 
“Tentu kita bangga dapat memperlihatkan hal ini kepada masyarakat dari manca Negara,” kata dalang Gaura Mancacaritadipura salah satu delegasi yang diutus Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI).
 
 Selain mengikuti sidang 7th General Assembly, delegasi Indonesia diberi kesempatan tampil mengisi pertunjukan. Menyuguhkan; performance Wayang Orang dan Wayang Kulit dalam durasi pendek, bertajuk Kresna Duta.
 
“Hal ini boleh dikatakan suatu inovasi, ada dua sisi kelir (layar) dengan dua dalang tampak depan belakang. Kemudian permainan ini dikolaborasikan dengan Wayang Orang. Ini cukup menarik. Saya banyak mendengar beberapa delegasi dari Negara lain, setelah menyaksikan mereka mengacungi jempol,” ujar dalang berkebangsaan Australia ini.
 
Target delegasi, menurut Ketua Delegasi Indonesia, Dra. Eny Sulistyowati S.Pd, MM antara lain memelihara kepercayaan dunia melalui badan dunia UNESCO, bahwa Wayang Indonesia tetap lestari, dijaga dan dikembangkan.
 
“SENAWANGI sebagai lembaga yang sudah terakreditasi di UNESCO punya kewajiban untuk mengikuti sidang ini. General Assembly secara khusus dimaksudkan untuk meninjau keadaan kerjasama dengan UNESCO. Jika kita tidak pernah hadir mengikuti sidang, dan tidak pernah memberi laporan, maka akreditasi kita dicabut,” terang Eny Sulistyowati. 

(romi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com