TAJUK: Pilkada Jurdil dan Netralitas TNI/Polri

TAJUK: Pilkada Jurdil dan Netralitas TNI/Polri


TNI dan Polri netral di pilkada 2018. Tidak memihak, tidak memfasilitasi dan mendukung salah satu pasangan calon maupun partai pendukung pasangan calon dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018 yang akan digelar Rabu (27/6/218).

Itulah harapan rakyat, terutama para pemilih yang digelar pilkada serentak. Mereka dan berbagai kalangan berharap pilkada yang netral, jujur dan berkualitas.  Sikap netralitas TNI dan Polri ini tentu dapat mendorong proses demokrasi di pilkada berjalan dengan baik. Juga bisa melahirkan pemimpin atau kepala daerah yang bermoral dan peduli dengan rakyatnya.

Pilkada serentak 2018 akan digelar 27 Juni 2018. Publik berharap TNI, Polri dan aparatur sipil negara (ASN) bersikap netral dalam pilkada. Tidak boleh mendukung atau berpihak kepada salah satu calon atau pasangan yang akan bertarung. Pokoknya, aparat negara harus netral untuk menjaga kekondusifan pelaksanaan pilkada.  Netralitas aparat negara itu juga untuk menutup celah terjadinya kecurangan.

Selain itu, tak kalah penting juga diingatkan netralitas TNI/Polri. Karena dua status penjaga keamanan ini strategis untuk terciptanya pelaksanaan Pilkada yang bersih konflik. Apalagi jika ada di antara calon yang berasal dari TNI. Dicemaskan, ada aksi dukung mendukung. Dan lebih dicemaskan lagi melakukan intimidasi.

Soal netralitas TNI dan Polri juga sudah diingatkan Presiden Jokowi pada rapat pimpinan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), belum lama ini. Presiden memerintahkan jajaran TNI dan Polri untuk netral. Potensi konflik dari 171 wilayah Pilkada harus dipetakan. Begitu pula tingkat kerawanan dan langkah yang seharusnya diambil mengantisipasi tingkat kerawanan itu.

Selama ini dari penyelenggaraan pilkada dan pemilu, TNI dan Polri berperan dalam menjaga agar pilkada dan pemilu bisa berjalan aman dan damai. Profesionalitas dan netralitas prajurit harus dijunjung tinggi. Tujuannya, agar rakyat di daerah bisa melaksanakan hak pilih mereka dengan baik, tanpa intimidasi dan gangguan keamanan.

Apapun alasannya, anggota TNI dan Polri harus netral dan bersikap profesional, sekalipun ada prajurit TNI dan Polri yang bertarung dalam pilkada serentak yang akan digelar pada 27 Juni mendatang.

Dengan netralitas TNI, Polri, dan ASN, rakyat mendapatkan kepala daerah yang memiliki integritas, bertanggung jawab, bukan semata-mata mencari kekuasaan.

Tentu untuk mendapatkan kepala daerah berkualitas, berintegritas, jujur, peran masyarakat sangat penting. Masyarakat harus benar-benar menilai dan mengetahui  track record (rekam jejak) seorang calon kepala daerah.

Harapan kita publik tidak salah pilih. Pilihlah yang punya program dan gagasan besar dan  yang pro rakyat. Bila tidak, rakyat yang dirugikan, karena sang pemimpin kita itu hanya sibuk mengurus dirinya, keluarganya, dan partai politik yang mengusungnya.  Selama lima tahun rakya akan sengsara, karena kepala daerah yang terpilih tidak akan berbuat banyak untuk rakyatnya.

Siapa pun yang menjadi pemenang pada pilkada nanti harus merangkul semua kalangan dan golongan, terutama mereka yang berseberangan sejak awal pilkada dilangsungkan. Vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan. Ini berarti seorang pemimpin itu hadir atas kehendak dan takdir Tuhan. Karenanya, mereka yang terpilih memimpin  daerahnya masing-masing  harus menjadi pelayan rakyat.

Semua elemen bangsa harus mensukseskan pelaksanaan pilkada serentak berjalan  aman, adil, jujur, damai, dan bermartabat. Dengan demikian, warga tidak terpecah-pecah, saatnya bersatu untuk melakukan perubahan di Jakarta.

Berbagai kalangan juga mengajak masyarakat agar tenang, tidak takut dan berpikir jernih dalam menyikapi pilkada di daerahnya masing-masing.  Semoga pilkada serentak 2018  berjalan aman, damai, jurdil, berkualitas, dan bermartabat.

(***)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com