MK Buka Peluang JK Kembali Maju Cawapres

MK Buka Peluang JK Kembali Maju Cawapres


 
 
Jakarta, HanTer - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi UU 7/2017 tentang pemilu terkait masa jabatan presiden dan wakil presiden. Gugatan yang berkaitan dengan wacana majunya kembali Wapres Jusuf Kalla menjadi cawapres itu diajukan perseorangan Muhammad Hafidz dan Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa dan Perkumpulan Rakyat Proletar.
 
"Menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima," ujar Ketua MK Anwar Usman di ruang sidang MK, Jakarta, Kamis (28/6/2018).
 
Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan pemohon tidak memiliki legal standing atau kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan. Sehingga pokok permohonan tidak dipertimbangkan. Oleh karenanya pengajuan gugatan tersebut 
tak berdampak langsung kepada pemohon. "Pihak yang mungkin menerima kerugian konstitusional adalah partai politik yang memenuhi persyaratan," kata hakim anggota I Dewa Gede Palguna.
 
Kuasa Hukum dari para pemohon, Regginaldo Sultan menyayangkan putusan itu. Sebab, kata dia, revisi syarat dan ketentuan pencalonan presiden dan wakil presiden tak dapat terealisasi.Dengan demikian, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) belum bisa diloloskan untuk kembali menjadi calon wakil presiden. Regginaldo mengatakan, uji perkara tersebut bisa saja diajukan kembali ke MK. Namun, JK sendiri yang mengajukannya.
 
"Kami bukan pihak yang dirugikan secara  konstitusi. Ada pihak lain yang dirugikan itu bisa saja mengajukan, bisa saja Pak JK," ujarnya.
 

Kuasa hukum penggugat, Dorel Amir sebelumnya mengatakan gugatan ini diajukan karena Jusuf Kalla, yang kini menjabat wapres, tidak bisa jadi peserta Pilpres 2019. JK tidak bisa jadi peserta pilpres karena terbentur konstitusi dan UU No 7/2017 tentang Pemilu. Karena itu, penggugat mengajukan gugatan terhadap Pasal 169 huruf n dan Pasal 227 huruf i.

(safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com