Bupati Karangasem Jadi Pembicara Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018

Bupati Karangasem Jadi Pembicara Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018


Jakarta, HanTer - Dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan perekonomian daerah serta masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem Bali telah melakukan berbagai inovasi.
 
Salah satunya yaitu dengan mengembangkan program “Desa Preneur”, hal tersebut dikemukakan oleh Bupati Karangasem Bali I Gusti Ayu (IGA) Mas Sumatri saat menjadi pembicara pada talkshow Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.
 
“Saya ucapkan puji syukur, saya diberi kepercayaan untuk menjadi pembicara pada talkshow Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018. Pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan program kami yaitu “Desa Preneur” yang bertujuan untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda di desa,” ujar Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, Sabtu, (30/6/2018).
 
Bupati Mas Sumatri juga menjelaskan dengan program Desa Preneur tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat, “Desa Preneur adalah upaya kami dalam mengembangkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Karangasem.  Seperti sektor pertanian dan peternakan. Untuk pertanian kami lakukan pengembangan budidaya salak, kacang dan sebagainya,” jelasnya.
 
“Selain itu, dalam meningkatkan perekonomian petani di Kabupaten Karangasem kami juga mewujudkan teknologi tepat guna untuk para petani. Sedangkan untuk sektor lainnya dalam meningkatkan perekonomian kami juga punya wisata yang sangat bagus, di Karangasem terdapat wisata yang lengkap. Seperti Wisata Reiligi, Pegunungan, pantai dan desa adat,” tambahnya.
 
Dikatakannya, Kabupaten Karangsem mempunyai 190 desa adat yang tiap desa terdapat budaya yang terjaga serta potensi daerah yang berbeda-beda. Dalam mengembangkannya antara pemerintah dan kepala desa harus selalu bersinergi dan bekerjasama dalam mengembangun desa adat. "Mencari tahu potensi yang ada, namun jangan sampai merusak budaya yang telah ada dan jangan sampai merusak alam,” terangnya.
 
Bupati Mas Sumatri berharap dengan program Desa Preneur pemuda pemudi tidak takut untuk berwirausaha.
 
“Saya berharap pemuda pemudi tidak takut untuk menjadi wirausaha, menjadi petani, peternak. Jangan sampai generasi muda takut masuk lumpur karena kotor lalu tidak ingin menjadi petani atau peternak. Padahal saat ini sudah banyak teknologi untuk membantu pertanian. Dalam meningkatkan perekonomian, masyarakat juga harus memiliki daya saing untuk itu dengan Desa Preneur saya harap masyarakat tidak takut lagi untuk memulai usahanya dengan menggali potensi daerahnya,” harapnya. 
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bambang Budi Waluyo mengatakan, pihaknya mendukung anak muda untuk mau bertani. “Saya sangat mendukung jika anak-anak muda saat ini mau bertani," pungkasnya.
 

(romi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com