Trader Untung Besar, Rakyat Beli Gas dengan Harga Mahal

Trader Untung Besar, Rakyat Beli Gas dengan Harga Mahal


Jakarta, HanTer - Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, seharusnya PGN tidak perlu melakukan akuisisi ke Pertagas. Karena persoalan bukan harus menikahkan PGN dengan Pertagas. Saat ini, persoalan gas Indonesia adalah harga yang mahal karena perusahaan gas Indonesia tidak langsung ke user, tapi harus melalui trader.

"Gara-gara trader swasta inilah, harga gas menjadi mahal. Sementara para trader swasta ini mengambil keuntungan cukup besar dalam proses distribusi gas yang yang dihasilkan oleh BUMN baik oleh Pertamina Gas (Pertagas), maupun oleh Perusahaan Gas Negara (PGN)," kata Uchok, Sabtu (30/6/2018).

Menurut Uchok untuk mengatasi persoalan gas, maka yang harus dibangun adalah perusahaan gas BUMN harus langsung ke user. Sehingga tidak memakai harga Singapura atau harga dunia. Hal tersebut menjadi tugas pemerintah untuk menekan harga bukan malah  memaksakan Pertagas nikah dengan PGN.

"Apalagi PGN ini mempunyai perencanaan penjualan atau pembelian gas salah melulu sehingga merugikan perusahaan sendiri. Kalau begini kondisi PGN kasihan Pertagasnya," tegasnya.

Oleh karena itu Uchok mempertanyakan pemeirintah yang akan tetap melakukan akuisisi Pertagas oleh PGN. Uchok menyebut jika akusisi tersebut tetap dipaksakan maka hal tersebut merupakan kebijakan yang salah kaprah. 

"Itulah nama kebijakan yang salah. nggak tahu, persoalan kebijakan gas. Memberikan obat mules tapi sebetulnya hanya sakit kepala," jelasnya memberikan ilustrasi.

Menurtnya, kalau mau memperbaiki sistem pengelolaan gas maka peran trader dalam rantai bisnis ini jangan terlalu besar, harus diminimalisir.

Seharusnya BUMN bisa mengerjakan sendiri distribusi gas sampai ke hilir. Namun semua itu harus didasarkan pada UU.

“Kalau menggunakan sistem yang ada sekarang, ditambah lagi dengan mekanisme akuisisi yang tidak jelas, maka hanya akan menjadi pertarungan antara oligarki, yang paling kuat akan menyingkirkan yang lain. Demikian dengan yang menolak dan menerima berpotensi ditunggangi oleh kepentingan yang bermain,” paparnya. 

 

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com