Harga Bawang Putih Naik, Pemerintah Dinilai Tak Mampu Atasi Persoalan Pengadaan

Harga Bawang Putih Naik, Pemerintah Dinilai Tak Mampu Atasi Persoalan Pengadaan


Jakarta, HanTer - Naiknya harga bawang putih di pasaran, dinilai akibat ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan pengadaan sehingga barang tersebut langka di pasaran.
 
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono mengungkap, harga sejumlah kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional mengalami kenaikan pasca Lebaran. Salah satunya, harga bawang putih yang naik dari Rp22 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp24 ribu per kilogram.
 
Arief mengungkapkan, naiknya harga disinyalir juga karena ada kebijakan pembatasan kuota impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), sehingga pemerintah tidak mampu menyediakan kebutuhan nasional  bawang putih sebanyak 400 ribu ton per tahun atau 35 ribu ton per bulan. Sedangkan jumlah produksi dalam negeri hanya 6 persen atau sekitar 2.000 ton per bulan dari kebutuhan nasional.
 
Dia menuding pembatasan kuota impor ini sengaja dimainkan oleh mafia dan kartel bawang putih untuk memonopoli pasar. Bahkan, lanjut Arief, salah satu ketua umum partai politik pendukung pemerintah ada dibalik mafia dan kartel bawang putih.
 
"Pembatasan kuota impor ini dimainkan mafia dan kartel bawang putih untuk monopoli pasar. Diduga ada ketua umum partai yang ikut mengatur dan bermain dalam hal ini," kata Arief di Jakarta, Minggu (1/7/2018).
 
Lebih lanjut Arief mengatakan, bawang putih yang diimpor dari China harga pokoknya hanya Rp5.000 per kilogram.  Kemudian importir menambah biaya transportasi dan menambah laba sehingga harga jual ke pedagang jadi sekitar Rp10.000 per kilogram. Namun karena ada pembatasan kuota, bawang putih jadi langka di pasar dan membuat harga tidak stabil dan cenderung naik sehingga konsumen harus membayar dua atau tiga kali lipat.
 
“Seharusnya tidak perlu ada pembatasan kuota impor bawang putih, memang kebutuhan nasional kita cukup besar. Impor saja sesuai kebutuhan nasional, ini kok dibatasi kuotanya, ada apa," kata Arief.
 
Ia berharap Presiden Joko Widodo mau mengoreksi kebijakan kuota impor bawang putih agar rakyat tidak dibebani dengan harga yang mahal.

(Sammy)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com