Kejati DKI Belum Terima Pelimpahan Perkara 1,3 Ton Ganja Kering

Kejati DKI Belum Terima Pelimpahan Perkara 1,3 Ton Ganja Kering


 
Jakarta, HanTer - Asisten Pidana Umum (Aspidum)  Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengakui belum menerima pelimpahan perkara kasus 1,3 ton ganja asal Aceh dari tim penyidik Polda Metro Jaya. Bahkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus juga tak kunjung ada.
 
"Sampai saat ini kami belum menerima SPDP kasus tersebut,” ujar Aspidum Kejati DKI Agus Winoto melalui salah seorang stafnya saat dikonfirmasi pelimpahan berkas perkara, Kamis (5/7/2018).
 
Perkembangan perkara pidana umum di Kejati DKI terkesan tertutup sejak Aspidum dan Wakil Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI berganti. 
 
Baik Aspidum maupun Wakil Kejaksaan Tinggi selalu menghindari konfirmasi wartawan. Akibatnya informasi perkembangan perkara narkoba, khususnya tahap penuntutan luput dari pantau wartawan. 
 
Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penyelidikan kasus ganja itu ditangani Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya sejak Maret 2017.
 
"Beberapa dari jaringan ini sudah pernah kita tangkap seperti di Gambir. Artinya kita sudah lakukan investigasi dan anggota kita kirim ke Aceh," katanya.
 
Kronologis Kasus
 
Sat Resnarkoba Polres Jakbar melakukan penyelidikan surveilans dengan target tersangka FA, yang berangkat dari Jakarta menuju Aceh. Tersangka kemudian kembali ke Jakarta membawa ganja yang disimpan dalam truk bernopol B-9937-TCD melalui jalur darat.
 
Kemudian pada Minggu (31/12/2017), anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakbar mengamankan truk tersebut yang dikemudikan Saudara FA dan kawan-kawan di depan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Selanjutnya pada 1 Januari 2018, dilakukan penggeledahan terhadap tersangka dan mobil boks di Mako Polres Metro Jakarta Barat.
 
Saat dilakukan penggeledahan, didapati 1.300 paket ganja atau 1,3 ton ganja yang disimpan di balik tumpukan karung arang kayu. Truk itu sengaja dimodifikasi oleh tersangka agar dapat mengelabui polisi.
 
Setelah berhasil menangkap FA (31) supir truk, YCN (30), dan AS (29) sebagai kenek, penyelidikan berkembang hingga menangkap RA, RS, dan GD di wilayah Cikarang, Bekasi, dan Tebet, Jakarta Selatan.
 
Menurut informasi dari tersangka, narkoba jenis ganja ini didapat dari tersangka MB (DPO), yang berada di Aceh, sekaligus pemilik narkoba bersama tersangka BM, yang juga masih jadi buron. 
 
Jaringan ini juga dikendalikan oleh tersangka IL (DPO), yang berperan memodifikasi mobil boks untuk mengangkut ganja dari Aceh menuju Jakarta. Jaringan ini diduga merupakan sindikat narkoba yang mengedarkan jenis sabu dan ganja antar provinsi dan sudah beberapa kali melakukan pengiriman dalam jumlah 500 kg dan 950 kg ganja dengan menggunakan mobil boks. 
 
 
 

(zamzam)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com