Karma dari Drama Neymar

Karma dari Drama Neymar

Brasil Tersingkir di Pildun Rusia 2018

Kazan, HanTer  - Neymar bersedih. Kepedihan itu dirasakan sang pemain dengan rasa yang cukup nyata. Itu tak lepas setelah ia gagal mengantarkan Brasil melangkah ke babak semifinal Pildun Rusia pasca disingkirkan Belgia pada babak delapan besar dengan skor 1- 2 di Kazan Arena, Sabtu (7/7/2018) dini hari tadi.
 
Bisa dibilang kesedihan Neymar merupakan sebuah karma ketika ia melakukan beberapa aksi `teatrikal` dengan kerap terjatuh dan berpura mengerang kesakitan pada beberapa laga sebelumnya. Termasuk setelah Selecao, julukan Brasil, menghadapi Meksiko di babak 16 besar yang berkesudahan dengan kemenangan Brasil.
 
Tak ayal sejumlah kecaman dan kritik pun datang terhadapnya sebelum berlangsung babak delapan besar kontra Belgia. Kini rasa sakit nan `palsu` tersebut pun benar-benar dirasakannya. Tak ada lagi 'drama' yang dilakukan olehnya setelah Brasil sempat tertinggal dua gol tanpa balas oleh Belgia sampai turun minum.
 
Drama tersebut tak terlihat dari Neymar karena ia dan kolega terfokus untuk mengejar ketertinggalan guna menyamakan bahkan membalikkan kedudukan. Namun, nasib berkata lain. Pada 45 menit tersisa ketika memasuki paruh kedua, Selecao hanya mampu menyarangkan sebiji gol melalui tandukan Renao Augusto.
 
Skor 1-2 pun bertahan bagi keunggulan Belgia sampai peluit panjang dibunyikan. Dan secara otomatis, kekalahan yang diderita Selecao memaksa mereka harus angkat koper untuk kembali pulang ke negaranya. Lain halnya dengan Belgia. Tim asuhan pelatih Roberto Martinez sukses menembus semifinal dan akan menantang Perancis yang lebih dulu lolos.
 
Kesuksesan dalam menghempaskan Brasil di babak delapan besar pun membuat status kuda hitam yang kerap melekat kepada Belgia seolah telah sirna. Kini skuad Martinez menjadi salah satu favorit peraih gelar pada kejuaraan bergengsi sepakbola sejagat empat tahunan yang berlangsung di Rusia. 
 
Dominasi Eropa
Lolosnya Belgia dari ancaman Brasil untuk memburu slot ke semifinal juga menyempurnakan daftar semifinalis di Pildun kali ini. Dimana, dipastikan empat kontestan yang hadir, kesemuanya berasal dari Eropa. Dua tempat telah diduduki Perancis dan Belgia. Sedangkan dua tersisa masih diperjuangkan antara Rusia/Kroasia atau Swedia/Inggris. 
 
Keberhasilan tim Eropa dalam menguasai babak semifinal juga mengingatkan kejayaan tim benua biru untuk mengulang hal serupa pada Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Jerman. Kala itu Italia berhasil keluar sebagai juara. Lain halnya dengan Brasil. Kekalahan membuat mereka tim terakhir yang tersisih dari luar Eropa. 
 
Sebelumnya, Uruguay yang merupakan wakil Amerika Latin gugur lebih dulu ketika tim asuhan pelatih Oscar Tabarez dipaksa menyerah oleh Perancis dengan skor akhir dua gol tanpa balas di Nizhniy Novgorod, Jumat (6/7/2018) malam WIB. Dua gol tersebut dilesakkan Raphael Varane dan Antoine Griezman. 

(Eka )

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com