Pansus LRT Segera Terbentuk, DPRD DKI Segera Selidiki Kejanggalan di Proyek LRT

Pansus LRT Segera Terbentuk, DPRD DKI Segera Selidiki Kejanggalan di Proyek LRT


Jakarta, HanTer - Panitia khusus (Pansus) pembangunan light rail transit (LRT) akan segera terbentuk. Pasalnya, surat usulan pembentukan panitia khusus (pansus) pembangunan light rail transit (LRT) Jakarta, telah dikirim kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta.
 
Berbagai kalangan mengapresiasi hal tersebut. Pansus akan menyelidiki berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan proyek LRT, terutama soal terlalu mahalnya harga pembangunan proyek tersebut per kilometer, Rp1,172 triliun.
 
Direktur Eksekutif Central Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan, dirinya mengapresiasi sikap dewan yang dengan sigap membentuk pansus guna menulusuri adanya opini yang berkembang terkait indikasi mark up dalam proyek LRT.
 
"Ini suatu inisiatif yang baik dari pihak Legislatif. Adanya pansus juga sekaligus membuktikan bahwasanya dewan menjalankan fungsi kontrol. Dengan terbentuknya pansus ini, berarti dewan harus menelusuri adanya dugaan mark up dalam proyek LRT ini," terang dia di Jakarta, Senin (9/7/2018).
 
Uchok sekaligus mengingatkan, pihak DPRD DKI hendaknya mengandeng pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau auditor negara untuk membongkar biaya LRT per kilometer yang dikabarkan sangat mahal tersebut. "Masa per kilometer sampai Rp1,172 triliun triliun. Jelas terlihat janggal sekali. Dan diduga menyimpang," ungkapnya.
 
Untuk diketahui, surat usulan pembentukan pansus pembangunan LRT Jakarta, telah dikirim kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta. Dalam surat tersebut tertera nama dan tanda tangan para anggota dewan, di antaranya Ketua Fraksi Gerindra Abdul Ghoni, Wakil Ketua DPRD Mohamad Taufik, anggota DPRD Rany Mauliani, Seppalga Ahmad, Dwi Ratna, Syarif, serta nama-nama anggota dewan lainnya.
 
"Adanya surat tersebut jadi bukti keseriusan DPRD untuk membentuk pansus LRT Jakarta. Gak pake lama, secepatnya akan segera terbentuk. Surat juga sudah terkirimkan," kata Wakil Ketua DPRD M Taufik, di Gesung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).
 
Dengan ditanganinya surat tersebut, kata dia, artinya usulan pembentukan pansus LRT telah segera disetujui pimpinan dewan. Dan tak lama lagi pansus LRT akan segera dibentuk.
 
Taufik mengungkapkan, berdasarkan opini yang berkembang, bahwa harga pembangunan LRT di DKI Jakarta jauh di atas rata-rata pembangunan LRT di dunia, yakni 8 juta dollar Amerika per kilometer, atau sekitar Rp111.200.000.000 (seratus sebelas miliar dua ratus juta) per kilometer (kurs 1 dollar sama dengan Rp13.900).
 
Sedangkan yang tertuang dalam APBD untuk biaya investasi pembangunan LRT Jakarta sendiri mencapai Rp6,8 triliun, dengan rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 kilometer, yang pembangunannya dimulai sejak awal 2017 dan ditargetkan beroperasi pada Agustus 2018 mendatang.
 
Dengan angka sebesar itu, biaya per kilometer LRT Jakarta dinilai terlalu mahal yakni sebesar Rp1.172.413.793.103 per kilometer. "LRT Jakarta berbiaya Rp1,172 triliun lebih ini mahalnya kelewatan," ujar Taufik.
 
Oleh karenanya, lanjut Ketua DPD Gerindra DKI ini, DPRD Jakarta perlu mengusulkan panitia khusus untuk menggali dan meminta keterangan serta menyelidiki permasalahan yang sedang menjadi perdebatan dan masih berkembang sampai saat ini.
 
"Pertama, terkait selisih harga pembangunan LRT Jakarta kepada pihak-pihak terkait, khususnya yang menjadi pelaksana pembangunan LRT. Kedua, manfaat jalur atau rute Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun yang sedang berlangsung pembangunannya dipertanyakan efektifitasnya," terang Taufik.
 
Sesuai Peraturan 
 
Anggota DPRD DKI Jakarta, Syarif, menambahkan, pembentukan pansus LRT sudah sangat tepat. Hal ini sesuai dengan Peraturan DPRD Provinsi DKI Jakarta No. 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta. Panitia khusus secara definisi adalah Panitia Khusus yang selanjutnya disebut Pansus.
 
"Panitia ini dibentuk untuk pembahasan hal yang bersifat khusus yang diaturdi Tatib DPRD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014 pasal 74," jelas Syarif di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).
 
Dalam pasal 74 itu tercantum sejumlah penjelasan, diantaranya yang kesatu, dalam hal diperlukan, DPRD dapat membentukan alat kelengkapan lain berupa panitia khusus. Kedua, panitia khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tidak tetap.
 
Ketiga, panitia khusus, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk dalam rapat paripurna DPRD atas usul anggota setelah mendengar pertimbangan Badan Musyawarah.
 
"Kami meyakini, dengan dibentuknya pansus LRT, berbagai persoalan yang menjadi sorotan masyarakat, terutama mengenai mahalnya harga MRT yang menguras keuangan daerah ini dapat terungkap," tandas Syarif.
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya akan kooperatif jika nantinya pansus jadi dibentuk. Sandiaga memastikan, pihaknya akan terbuka mengenai pembangunan LRT.
 
"Tidak ada yang kita rekayasa. Kita buka semua, open ke publik seluas-luasnya. Kita tidak ingin proyek yang akan menjadi lembaran baru transportasi berbasi rel di DKI ini, terkesan banyak yang ditutup-tutupi," kata Sandiaga.
 
Perlu Dikaji
 
Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono mengaku belum mengetahui ihwal surat usulan pembentukan pansus pembangunan LRT Jakarta, telah dikirim kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta. 
 
"Saya malah belum tahu kalau surat usulan pembentukan pansus telah dikirim ke pimpinan dewan. Kalau mengenai rencana pembentukan pansus itu saya sempat dengar dan liat di media," kata Gembong di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).
 
Terkait apakah fraksinya bakal menyetujui pembentukan pansus tersebut, Gembong mengatakan belum bisa memutuskan hal itu. Menurutnya hal tersebut harus dikaji di tingkatan fraksinya sebelum memutuskan untuk bergabung atau tidaknya menjadi anggota Pansus.
 
"Tentunya ini kami kaji dulu duduk persoalan pembentukan pansus ini seperti apa. Soalnya ini masalah angggaran," ungkapnya.

(Sammy)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com