Mentan Sanksi 1.300 Pegawainya yang Permainkan Nasib Petani

Mentan Sanksi 1.300 Pegawainya yang Permainkan Nasib Petani


Soppeng, HanTer - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, adanya pihak yang mempermainkan bantuan pemerintah ke petani merupakan cerita masa lalu..karena saat ini pihaknya sangat tegas jika ada pihak - pihak yang mempermainkan bantuan untuk petani. Bahkan 1.300 pegawai Kementan ada yang dimutasi, demosi dan dipecat jika mempermainkan bantuan.
 
"Tdak ada ruang untk ganggu rakyat kecil. Cerita (permainan bantuan) dulu itu pasti. Kalau terima laporan (mempermainkan bantuan) hari ini kita tindaki. Teh mosi petbai bahaona kami copot," tegas Amran usai memberikan bantuan bibit, pupuk dan alat peralatan pertanian untuk korban banjir di Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (10/7/2018).
 
Amran menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas terhadap pihak - pihak yang memainkan bantuan untuk petani. Karena saat ini saja ada 400 dari 700 tersangka yang memainkan nasib petani telah menjadi tersangka. Bahkan untuk pegawai Kementan sudah ada 1.300 pegawai yang terkena sanksi dari bentuk demosi, mutasi, mencopot dan memecatnya dari pegawai Kementan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi tdak mendapatkan bantuan.
 
"Jadi gak usah ragukan lagi penerintah sekarang," paparnya.
 
Untuk menjamin kelancaran distribusi bantuan, sambung Amran, maka pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pangdam XIV Hasanudin dan Kapolda Sulawesi Selatan. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak dirugikan dan memberantas kelompok mafia pangan. Sehingga ke depan Indonesia bebas dari rongrongan mafia pangan yang sangat merugikan petani dan masyarakat Indonesia pada umumnya. 
 
"Kami bekerjasama dengan Pak Kapolri, dengan Pak Pangdam, Pak Kasad, Panglima TNI. Kita adakan kerjasama jadi tidak ada ruang bagi mafia pangan. Karena mafia pangan bisa menyengsarakan orang kecil khusus petani dan daya beli susah," jelasnya.
 
Lebih lanjut Amran mengatakan, dua hingga 3 tahun terakhir pihaknya telah mengaungkan perang terhadap mafia pangan sehingga tidak ada lagi kompromi atau ruang untuk mengganggu ruang ekonomi rakyat kecil. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan untuk tidak menganggu ruang ekonomi rakyat miskin. Oleh karena itu antara Kementan dan pihak lain telah solid untuk memberantas mafia pangan.
 
"Jangan diganggu (ekonomi masyarakat kecil), itu perintah Bapak Presiden langsung. Jadi aku yakin khusus disini (Soppeng) tidak ada yang main-main karena kita ini tim solid," paparnya.
 
Banjir di Kabupaten Soppeng ini meluluhlantakan  sawah seluas 2761 hektar. Dalam pembagian bibit, pupuk dan peralatan pertanian secara gratis oleh Mentan ini juga didampingi oleh Pangdam XIV Hasanudin Mayjen Agus SB, Wakapolda Sulsel Brigjen Risyapudin. Sebelum pembagian bibit, pupuk dan peralatan pertanian, Amran juga menyusuri perkampungan yang terisollasi akibat banjir lupaan Danau Tempe. Sedikitnya ada 200 KK yang rumahnya terendam banjir luapan danau terbesar di Sulawesi Selatan tersebut.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com