LSIN: Sri Mulyani Diduga Dompleng Gugatan Syarat Ambang Batas Presiden

LSIN: Sri Mulyani Diduga Dompleng Gugatan Syarat Ambang Batas Presiden


Jakarta, HanTer  - Momentum Pilpres 2019 banyak tokoh ingin menggugat UU No 7 tahun 2017 tentang Syarat Ambang Batas Presiden. Tidak terkecuali Sri Mulyani diyakini ikut mendompleng gugatan tersebut. 
 
Dari rilis yang disampaikan Indrayana Centre terdapat nama Chatib Basri mantan Menteri Keuangan yang diduga kuat sebagai orang dekat Sri Mulyani ikut mengugat Presidential threshold atau syarat ambang batas Presiden.
 
Nama Sri Mulyani cukup santer diasumsikan sebagai kepanjangan tangan kepentingan USA (Amerika Serikat) cukup kuat. Direktur Eksekutif Lembaga Suirvei Independen Nusantara (LSIN) Yassin Muhammad mengatakan, asumsi cukup kuat dugaan dukungan Amerika terhadap Sri Mulyani. Namun terkait Presidential Threshold capres cawapres bisa saja jika nantinya dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK) banyak partai bisa meminangnya.
 
"Sangat mungkin jika menjadi 0% semua Parpol, baru atau lama bisa mengusung Capres,"ucapnya saat diwawancara di Jakarta, Selasa (10/7/2018).
 
Namun, sambung Yassin, gugatan para tokoh dan akademisi tersebut arahnya sebenarnya ingin memperkuat parpol dan sistem kaderisasi parpol. Hanya saja nampaknya kurang tepat jika 20% ini dirujuk pada pilpres 2019 sementara perolehan 2014. Karena pilpres serentak dengan pileg 2019, sulit untuk diterima 20 persen. Hasil pileg 2014 sudah digunakan rujukan syarat pilpres 2019.
 
Yasin menilai, beberapa yang menggugat karena  ada kekhawatiran dari parpol untuk tidak bisa menaruh capres di 2019. Kepentingan politik bagi parpol sebenarnya bagimana menang perolehan pileg, atau parpol baru dan papan bawah bagaimana lolos PT 4%. Beberapa parpol tentu menghendaki capres tokoh parpolnya memudahkn menjalankan kampanyenya. Begitu juga menggandeng tokoh Sri Mulyani misalnya, untuk menaikkan elektabilitas parpolnya.
 
Yassin menambahkan, semua elit punya kepentingan, termasuk merebut peluang capres. Jika yang dilakukan  konstitusional. Semakin menarik tentunya jika PT menjadi 0%, ada banyak pilihan bagi rakyat.Komposisinya lengkap ada akademisi, pegiat demokrasi, hukum, dll.
 
"Kalau kepentingan mereka? Bisa saja ada keterkaitan kecenderungan. Tapi terlalu dini menyimpulkannya. Pastinya dengan PT 0-4% memudahkn bagi mereka yang menghendaki petarungan 2019.Agak susah pembuktiannya, tapi kalo diasumsikan memang belakangan beredar isu kepentingan USA untuk Sri Mulyani cukup kuat," jelasnya
 
Yassin juga mengatakan, Chatib Basari dkk apakah pro dengan Sri Mulyani? Bisa saja itu dikaitkan. "Sangat mengerikan. Tentu bertentangan dengan nasionalisme dan ideologi Pancasila, dan amanah konstitusi kita. Filter kepentingan asing tidak cukup sekedar PT 0% atau 20%. Ada di sikap dan kemandirian bangsa," ucapnya.
 
Menurutnya, Parpol menjalankan tugasnya kaderisasi yang maksimal memunculkan figur-figur capres terbaik. "Kita sedang krisis figur pemimpin nasional hanya salah satu tolok ukur," ujarnya. 

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com