Kejahatan Money Politic pada Pilkada 2018, Susno: Suara Rakyat Adalah Suara Duit

Kejahatan Money Politic pada Pilkada 2018, Susno: Suara Rakyat Adalah Suara Duit


Penyelenggaraan pemilu kerap dibayangi praktik curang para calon, utamanya politik uang. Menurut  mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji money politic itu nyogok untuk membeli kursi.
 
Menurutnya, oknum partai politik (parpol) seringkali membeli kursi dengan modus mahar politik sebagai uang operasi. "Yang pasti ujungnya duit," ujar dia.
 
"Dengan berlaku seperti itu, semboyan atau jargon demokrasi suara rakyat adalah suara Tuhan akan berubah menjadi suara rakyat adalah suara duit," ujar Susno dalam diskusi "Membongkar Kejahatan Money Politic pada Pilkada 2018" di DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Juli 2018.
 
Politik uang juga dilakukan dengan modus membeli kesempatan dan kekebalan hukum. Oknum parpol kerap melakukan hal tersebut agar terhindar dari jerat hukum para penyelenggara pemilu.
 
"Apakah itu KPU (Komisi Pemilihan Umum) atau KPUD (KPU Daerah), apakah itu pengawas, apakah itu aparat penegak hukum. Penyelenggara mulai dari KPU pusat sampai dengan saksi di TPS (tempat pemungutan suara) yang dibeli," beber dia.
 
Modus lain politik uang adalah membeli suara pemilih. Susno pun menyayangkan tindak kecurangan politik uang selalu terjadi dalam penyelenggaraan pemilu, padahal politik uang merupakan cara kuno.
 
Sementara itu pengamat pemilu Ade Reza Hariyadi khawatir bila tak ada tindakan tegas dari penyelenggara pemilu, politik uang akan menjadi hal yang biasa terjadi.
 
"Kasus politik uang ini menjadi sikap permisif yang di mana akan menjadi suatu hal yang biasa dalam penyelenggaraan pemilu nantinya," pungkas Ade. 

(Harian Terbit/Danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com