Pemprov DKI Minta Kemenhub dan Kominfo Matikan Aplikasi Ojek Online

Pemprov DKI Minta Kemenhub dan Kominfo Matikan Aplikasi Ojek Online


Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk berkordinasi dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk mematikan aplikasi Ojek Online. Adapun Pemprov DKI sulit mengatur keberadaan Ojek Online apabila aplikasi ojek online tidak dimatikan oleh Kemenkominfo.
 
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, permintaan Kemenhub agar Pemerintah Daerah (Pemda) mengatur Ojek Online dari segi ketertiban dan keamanan akan dikordinasikan lebih lanjut kepada Kemenhub. Namun, sejak maraknya Ojek Online di Jakarta beberapa tahun lalu, pihaknya sudah memanggil penbisnis aplikasi ojek online agar menyediakan shelter khusus bukan di badan jalan dan membatasi rekruitment driver ojek online. Termasuk mematikan aplikasi driver ojek online yang kedapatan melanggar lalu lintas.
 
Sayangnya, lanjut Andri, permintaannya tersebut tidak digubris. Bahkan setelah menertibkan puluhan ribu ojek dengan penegakan tertib angkutan jalan, seperti memarkirkan di badan jalan atau bagian permukaan jalan, pebisnis aplikasi tetap saja menghiraukan permintaanya.
 
"Kami meminta agar Kemenhub berkodrinasi dengan kemenKominfo untuk mematikan aplikasi ojek online yang terkena penertiban. Itu satu satunya cara untuk menertibkan ojek online," kata Andri Yansyah di Jakarta, Selasa (10/7/2018).
 
Andri menjelaskan, untuk penertiban ojek online jangka panjang, pihaknya saat ini tengah mengujicobakan One Karcis One Trip (Ok Otrip) yang melayani masyarakat untuk menggunakan angkutan umum hingga pemukiman.
 
Ujicoba yang berakhir pada 15 Juli itu, diharapkan Andri dapat berjalan sukses dan terintgerasi dengan moda Transportasi lainya pada 2020 mendatang. Sehingga, masyarakat dapat dengan mudah menggunakan angkutan umum yang aman, nyaman, murah dan tepat waktu.
 
"Peningkatan layanan angkutan umum merupakan harga mati untuk mengatasi perkembangan Ojek online ataupun angkutan online roda empat," tegasnya.

(Sammy)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com