Andi Amran Layak Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Andi Amran Layak Dampingi Jokowi di Pilpres 2019


Jakarta, HanTer - Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan (PKPK) Muh. Saifullah memprediksi cawapres Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 berasal dari Indonesia Timur. Apalagi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri juga menyebut pendamping Jokowi akan diumumkan “pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secercah cahaya ketika matahari terbit dari timur” di Istana Batu Tulis, Bogor, Minggu (8/7/2018) lalu.
 
"Apa yang disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati merupakan sinyal yang cukup kuat untuk bisa dijadikan rujukan dalam mencoba menebak siapa yang bakal mendampingi Jokowi nanti," ujar Muh. Saifullah di Jakarta, Rabu (11/7/2018).
 
Menurutnya, apa yang dikatakan Megawati dalam tradisi Jawa merupakan bahasa ungkapan tidak langsung sebagai tanda, atau simbol yang memang dalam politik Indonesia kerap dipergunakan para elit politik untuk memberi sinyal pada masyarakat. Secercah cahaya ketika matahari terbit dari timur merupakan pesan kuat dari Megawati bila pendamping Jokowi sebagai Cawapres nanti adalah sosok yang bisa berasal dari Indonesia Timur atau setidaknya menyiratkan sosok itu berasal dari Timur. 
 
“Bila dianalisa lebih jauh, pertimbangan politik yang dirujuk oleh Jokowi memang cukup komprehensif dan tidak hanya sebatas partai atau ketokohan semata” jelasnya.
 
Saiful menuturkan, di samping pertimbangan partai dan ketokohan, Jokowi pasti melakukan pertimbangan politik seperti bisa membantu dalam mendongkrak suara. Selain itu, calon pendamping Jokowi tersebut nanti mampu bekerja dalam ritme kerja yang sama dengan Jokowi serta paham akan detail kondisi agar mengimplementasikan seluruh visi-misi presiden. 
 
“Faktor geopolitik yang berdasarkan kewilayahan juga sangat penting untuk menjadi pertimbangan politik Jokowi. Dikatakan sangat penting karena Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat besar serta sejarah politik dan sentimen publik yang masih banyak mengakar dalam ruang kewilayahan tersebut,” ujarnya.
 
Menurut Saiful, dalam tradisi politik Indonesia, pertimbangan politik seperti ini menjadi hal yang harus dilakukan calon presiden karena saat ini kedudukan seorang wakil presiden juga menjadi penting. Pertimbangan lain yang harus dijawab oleh Jokowi yakni bahwa calon pendampingnya nanti adalah sosok yang mampu menyelesaikan masalah dan bukan malah menjadi beban politik Jokowi dikemudian hari. Misalnya, sosok itu memiliki banyak musuh politik atau tidak bisa diterima oleh kelompok-kelompok politik tertentu. 
 
"Idealnya, cawapres Jokowi adalah tokoh atau figur yang bisa diterima oleh semua kalangan”, imbuhnya
 
Lebih lanjut Saiful mengatakan, dari beberapa nama Cawapres yang mengemuka dan bila dikaitkan dengan apa yang dinyatakan oleh Megawati Soekarnoputri tentang secercah cahaya dari timur, bila ditilik dari faktor kewilayahan serta basis dukungan, ada beberapa nama yang bisa dikaitkan di antaranya Machfud MD.
 
“Machfud bisa dikategorikan sebagai tokoh yang mewakili pulau Jawa, terutama Jawa Timur dan Pulau Madura. Dia juga punya reputasi baik dalam karirnya di Mahkamah Konstitusi. Basis suara juga bisa diambil pada kantong-kantong NU mengingat Machfud juga seorang tokoh NU”, ujar Saiful yang juga peneliti di PKPK tersebut.
 
Figur yang juga berasal dari Timur lainnya yakni TBG yang saat ini menjadi Gubernur NTB. Nama TGB mencuat ketika dia dengan terbuka menyatakan dirinya mendukung Jokowi di pilpres 2019 nanti, padahal sebelumnya dia dikenal sebagai salah satu tokoh yang sering melakukan kritik di pemerintahan dengan gerakan 212-nya dan berasal dari partai di luar pemerintahan yakni Demokrat. 
 
“Basis kekuatan TGB adalah umat Islam (alumni 212), namun resistensi dari kalangan luar Islam harus menjadi pertimbangan Jokowi, mengingat di wilayah Timur seperti Maluku, NTT dan Papua yang dalam sejarah politik Indonesia cukup rentan dan gampang goyah oleh isu-isu keagamaan”, jelasnya.
 
Tokoh yang juga berasal dari luar Jawa dan saat ini menjadi sosok fenomenal di Indonesia Timur adalah Andi Amran Sulaiman. Nama Andi Amran Sulaiman cukup  santer digadang-gadang layak mendampingi Jokowi. Sebagai representasi dari kawasan Indonesia Timur kans politik Andi Amran  sangat besar karena dari tradisi politik indonesia biasanya ‘memadukan’ antara dua tokoh yang berasal dari Barat (Jawa, Sumatera) dengan Timur (Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua).
 
“Andi Amran Sulaiman juga dikenal sebagai tokoh muda, seorang menteri pekerja keras dan mampu menorehkan prestasi tinggi di sektor pertanian. Andi Amran Sulaiman juga dinilai memiliki jaringan yang kuat diberbagai kalangan terlebih lagi  di pedesaan dengan basis dukungan petani yang besar. Dia juga banyak memiliki ide cemerlang dan terobosan yang dinilai mampu mengimbangi irama kerja Jokowi”, paparnya.
 
Yang terpenting, sambung Saiful, Andi Amran ini mampu merangkul berbagai kalangan karena basisnya bukan dari partai serta melihat dari pengalaman kerjanya sebagai Menteri Pertanian, dia merupakan sosok yang mampu berempati terhadap denyut harapan rakyat kecil, terutama di pedesaan.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com