Pengamat: Budaya Korup Masih Melekat di Korps Bhayangkara

Pengamat: Budaya Korup Masih Melekat di Korps Bhayangkara


Jakarta, HanTer - Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, masalah korupsi masih sulit dihilangkan dalam tubuh korps Bhayangkara.

"Budaya koruptif di kepolisian masih lekat. Budaya koruptif itu memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan materi (occupational crime) terutama di jabatan basah (istilahnya) baik dilakukan secara langsung maupun tidak langsung," ujar Bambang kepada Harian Terbit di Jakarta Rabu (11/7/2018).

Menurut Bambang, perlu ada tindakan yang lebih tegas lagi dari Presiden dan Kapolri.

"Bahkan ada yang melakukan dengan segala macam cara, ini sangat memalukan. Presiden maupun Kapolri jangan hanya mengingatkan tapi menindak tegas oknum-oknum yang merusàk nama baik kepolisian. Bagi pejabatnya jangan pakai aji mumpung," bebernya.

Lanjutnya lagi, "Masalah itu karena minimnya "ketauladanan" dari atasan shg seperti membiarkan berlomba lomba cari materi. Juga sanksi yang tidak tegas dalam "pengawasan". Mengawasi kinerja polisi (Irwasum, Propam) dari segi internal. Dan dari segi eksternal - kompolnas harus benar-benar menyampaikan temuan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan ole pejabat oknum polisi," papar Bambang.

 

(danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com