Korupsi di Kepolisian Sulit Dihilangkan, Bambang: Kapolri Harus Bertindak Tegas

Korupsi di Kepolisian Sulit Dihilangkan, Bambang: Kapolri Harus Bertindak Tegas


Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo meminta segenap anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus meningkatkan kinerja dan membuang budaya koruptif.
 
"Saya instruksikan seluruh jajaran kepolisian RI untuk terus tingkatkan kinerjanya, yaitu membuang budaya koruptif, hindari tindakan yang berlebihan dan tingkatkan kepercayaan publik," kata Presiden Joko Widodo pada acara peringatan Hari Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu.
 
Menanggapi pernyataan Presiden ini, pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, masalah korupsi masih sulit dihilangkan dalam tubuh korps Bhayangkara.
 
"Budaya koruptif di kepolisian masih lekat. Budaya koruptif itu memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan materi (occupational crime) terutama di jabatan ‘basah’ (istilahnya) baik dilakukan secara langsung maupun tidak langsung," ujar Bambang kepada Harian Terbit di Jakarta Rabu (11/7/2018).
 
Menurut Bambang, perlu ada tindakan yang lebih tegas lagi dari Presiden dan Kapolri. "Bahkan ada yang melakukan dengan segala macam cara, ini sangat memalukan. Presiden maupun Kapolri jangan hanya mengingatkan tapi menindak tegas oknum-oknum yang merusàk nama baik kepolisian. Bagi pejabatnya jangan pakai aji mumpung," bebernya.
 
Lanjutnya lagi, "Masalah itu karena kurangnya "keteladanan" dari atasan sehingga seperti membiarkan berlomba lomba cari materi. Juga sanksi yang tidak tegas dalam "pengawasan". Mengawasi kinerja polisi (Irwasum, Propam) dari segi internal. Dan dari segi eksternal - kompolnas harus benar-benar menyampaikan temuan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan ole pejabat oknum polisi," papar Bambang. 
 
Dalam sambutannya Presiden Jokowi juga meminta Polri untuk memantapkan soliditas internal dan profesional untuk menumbuhkan dan memperkokoh semangat kebersamaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. 
 
Presiden juga menginstruksikan kepada anggota Polri untuk memperbaiki kelemahan internal dalam penegakkan hukum serta mengedepankan langkah pencegahan dan tindakan humanis dalam menangani persoalan sosial.
 
"Tingkatkan komunikasi, koordinasi dengan aparat TNI dan semua elemen bngsa dan masyarakat dalam menjalankan tugas," katanya.
 
Ia mengatakan dengan meningkatkan soliditas dan profesionalisme, Polri akan menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus pengayom masyarakat. "Dirgahayu kepolisian, terus tegakkan Rastra Sewakottama, abdi utama nusa dan bangsa, selamat bertugas," kata Presiden.

(Danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com