Bawaslu: Nikson Tak Lakukan Pelanggaran Pilkada Terkait Pemberian Beasiswa

Bawaslu: Nikson Tak Lakukan Pelanggaran Pilkada Terkait Pemberian Beasiswa


Taput, HanTer - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) memutuskan calon Bupati 2018 Nikson Nababan tidak menemukan tindakan pelanggaran pemilihan terkait penyerahan beasiswa, sebab saat pemberian beawiswa kepada murid SD dan SMP kapasitasnya sebagai Bupati Tapanuli Utara.
 
Hal itu ditegaskan Aulia Andri, Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sumut saat dikonformasi wartawan, Kamis (12/7).
 
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan hasil pleno, Komisioner Bawaslu Sumut memutuskan, Nikson Nababan, Calon Bupati Taput nomor urut 1 berpasangan dengan Sarlandy Hutabarat tidak terpenuhi unsur melakukan tindakan pidana pemilihan. Dengan demikian, laporan terkait dugaan Nikson Nababan melakukan pelanggaran pemilihan dalam penyerahan beasiswa telah dihentikan,"katanya 
 
Aulia menjelaskan, tidak terbuktinya sebagai sebuah tindakan pelanggaran  pemilihan laporan  pemberian beasiswa kepada murid di Tapanuli Utara oleh Nikson Nababan karena yang bersangkutan sebagai Bupati Tapanuli Utara. 
 
Lanjut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan  Bawaslu tidak temukan adanya tindakan atau ucapan dari Nikson Nababan sebagai Bupati Taput mengajak dan meminta untuk memilihnya di Pilkada Taput 2018 pada saat penyerahan beasiswa.
 
"Dan murid penerima beasiswa Pemkab Taput yang diserahkan Bupati Nikson Nababan juga adalah murid SD dan SMP. Mereka bukan pemilih potensial di Pilkada Taput ini," katanya sambil menjelaskan bahwa  laporan lainnya terkait dugaan pelanggaran Nikson Nababan yang  masuk  ke Bawaslu Sumut  juga telah diputuskan tidak terpenuhi unsur sebagai tindakan pelanggaran pemilihan.
 
Sementara itu, Roder Nababan, kuasa hukum paslon Nikson-Sarlandy  menyambut baik putusan Bawaslu Sumut tersebut. Ia meminta, paslon Taripar Hutabarat- Frengki Simanjuntak agar legowo dengan keputusan tersebut.
 
"Laporan mereka  terkait dugaan pelanggaran Nikson Nababan itu sudah diputuskan Bawaslu dan Gakumdu tidak memenuhi unsur.  Bapak Taripar adalah mantan aparat penegak hukum. Beliau pasti paham dengan itu," katanya.
 
Roder juga meminta kepada semua pihak, agar menghargai keputusan Bawaslu Sumut tersebut. "Marilah bersama-sama mendukung bupati terpilih untuk melanjutkan pembangunan Taput ke depan," katanya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, rekapitulasi perolehan suara di Pilkada Taput, KPU setempat telah menetapkan pasangan calon nomor urut 1 Nikson Nababan-Sarlandy  peraih suara terbanyak dengan perolehan  suara  69.357. 
 
Paslon nomor urut 2 JTP- Frends memperoleh suara sebanyak 61.046 dan Paslon nomor urut 3 Chrismanto- Hotman memperoleh suara sebanyak 20.010. Suara tidak sah sebanyak 2.781.
 

(Anugrah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com