Awas Caleg Busuk Jadi Wakil Rakyat

Awas Caleg Busuk Jadi Wakil Rakyat


Jakarta, HanTer - Masa pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) sudah dimulai. Berbagai kalangan menginginkan parpol tidak memilih orang-orang bermasalah menjadi calon wakil rakyat. 
 
Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengatakan, parpol diminta untuk tidak memilih orang-orang bermasalah menjadi calon wakil rakyat karena ada sejumlah caleg busuk yang mendaftar untuk ikut Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.  Harus dipahami bahwa masalah korupsi adalah persoalan terbesar bangsa ini yang harus segera diselesaikan. 
 
"Berbagai upaya wajib dilakukan oleh semua elemen, salah satunya adalah langkah KPU yang mengupayakan melarang mantan koruptor nyaleg," ujar Jajang kepada Harian Terbit, Jumat (13/7/2018).
 
Menurut Jajang, saat ini publik bisa melihat “keberpihakan” terhadap caleg busuk itu untuk duduk di DPR, DPRD atau DPD, baik itu instansi pemerintah seperti penegak hukum sampai partai apakah mereka mendukung aturan ini atau bahkan menentang. 
 
Khusus untuk parlemen sendiri, memang perlu langkah radikal dalam bentuk aturan yang tegas agar kursi di parlemen ditutup serapat-rapatnya bagi mantan koruptor.  "Karena image parlemen sejauh ini sudah terlanjur buruk di mata masyarakat," paparnya. 
 
Jajang menilai, sangat lucu dan miris jika caleg busuk “mantan koruptor” masih diberi keleluasaan untuk menjadi dewan terhormat. Hal ini sangat berlawanan dengan semangat pemberantasan korupsi, dan akan merugikan masyarakat. Bukan hanya hari ini tapi juga untuk masa datang. 
 
Sementara itu, Ketua Badan Relawan Nusantara (BRN) ini Edysa Girsang mengatakan, harus didukung seruan untuk menolak caleg busuk masuk parlemen baik di tingkat pusat maupun daerah. Karena rakyat berharap melalui demokrasi prosedural ini partai partai mampu melahirkan kader - kader terbaik yang memiliki integritas dan rekam jejak yang baik serta berkomitmen terhadap upaya memperjuangkan hak hak rakyat.
 
"Sehingga mereka yang dipilih adalah orang - orang yang benar-benar menjadi wakil rakyat di pemerintahan," jelasnya. 
 
Edysa menilai, orang - orang yang bermasalah itu adalah mantan narapidana korupsi, memiliki rekam jejak kekerasan dan menjadi kaki tangan para pengusaha yang sering berkonflik dengan masyarakat. Baik dikota maupun di desa. Oleh karena itu jika ada di antara caleg yang memiliki rekam jejak busuk tersebut untuk tidak dipilih dalam Pileg 2019 mendatang.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com