Presiden Pilihan Umat, Jokowi Atau Prabowo?

Presiden Pilihan Umat, Jokowi Atau Prabowo?


Jakarta, HanTer - Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-KH Ma`ruf Amin akan berebut suara umat Islam pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Siapa dari dua pasangan capres dan cawapres ini yang akan dipilih umat?

Pengamat politik dari Institute For Strategic and Development Studies (ISDS), M Aminudin mengatakan, walaupun Jokowi telah menggandeng Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, diperkirakan kalangan terpelajar akan tetap memilih Prabowo Subianto yang akan berpasangan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

"Suara umat Islam akan terbelah dengan Jokowi memilih KH Ma'ruf Amin sebagai wakilnya. Tapi kalangan terpelajar mayoritas ke Prabowo," ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Kamis (9/8/2018).

Aminudin menuturkan, Pilpres 2019 mirip dengan Pilpres 2004. Kala itu Megawati juga berpasangan dengan petinggi Nahdlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Muzadi. Walaupun berpasangan dengan ulama namun Megawati dikalahkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Muhammad Jusuf Kalla (JK). Sehingga faktor ulama tidak bisa menentukan Jokowi akan meraup suara dari umat Islam yang mayoritas penduduk Indonesia.

Aminudin mengungkapkan, Pilpres 2019 mendatang menunjukkan sentimen perubahan sangat kuat. Oleh karenanya Pilpres 2019 juga hampir mirip dengan Pilpres  2004 dimana Megawati sebagai petahana kala itu berhasil merangkul sangat banyak partai-partai dan  ormas keagamaan. Namun dukungan terhadap Megawati tersebut ternyata berhasil ditumbangkan oleh SBY - JK.

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih KH Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya. Sementara Prabowo Subianto berduet dengan Sandiaga Uno.  

Saat ditanya kenapa tidak memilih ulama, Prabowo mengatakan,"Bisa saja mengambil ulama.. tapi saya tau disana sudah ada ayahanda Ma'aruf Amin.. jadi lebih baik saya tidak maju jika ummat Islam harus terbelah.. bukan saya tidak menghormati Ijtima.. tapi saya ingin Indonesia satu.."

Penista Agama

Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengatakan, walaupun Jokowi berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin, namun sangat kecil umat Islam untuk dukung Jokowi. Karena umat Islam tidak akan lupa bahwa Jokowi pembela Ahok si penista agama. Bahkan Jokowi mengkriminalisasi ulama dan aktivis Islam. Oleh karenanya Jokowi berpasangan dengan siapapun tidak akan mendapat simpati umat Islam yang telah dibohonginya.

"Jokowi ingkar janji, harga semua naik bahkan BBM bisa naik 12 kali. Rupiah juga paling terpuruk tapi malah sibuk pencitraan dan terakhir menjadi provokator mengajak pendukungnya yang memang sering bikin kekacauan siap berkelahi," jelasnya.

Sedang Prabowo  - Sandi, sambung Novel, walaupun ada sebagian umat Islam kecewa atas pasangan itu, namun Sandi mewakili kaum muda dan Indonesia luar jawa yang sukses sebagai pengusaha dan sekarang menjabat Wagub DKI Jakarta. Saat ini Prabowo sudah mengikut ijtima ulama dan rakornas PA 212. Kemunculan Sandi juga rekomendasi ulama Jakarta saat maju Pilgub DKI Jakarta.

Oleh karenanya Sandi satu-satunya yang lolos dari rekomendasi ulama Jakarta di antara nama - nama yang lain direkomendasikan ulama Jakarta. Adanya nama Sandi karena adanya Ahok yang menghina Al Quran. Saat ini umat Islam sedang menunggu intruksi dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab guna mengambil langkah yang tepat terkait pasangan Prabowo - Sandi. Karena umat Islam masih berjuang agar Prabowo berpasangan dengan ulama hasil Ijtima.

Ketua Majlis Ta'lim dan Sholawat An Nur, Ustadz Anugrah Sam Sopian Hamid mengatakan, pasangan Pilpres 2019 harus yang direstui oleh para ulama dan para Habaib. Selain itu pasangan tersebut juga yang memiliki kecintaan terhadap tanah air, kepada rakyat dan segenap anak bangsa, yang menjunjung tinggi harkat dan martabat negara. Pasangan Pilpres 2019 juga yang dapat melindungi dan merangkul setiap elemen masyarakat, penuh tanggung jawab dan komitmen dalam memperjuangkan bangsa dan negara.

"Berharap koalisi umat ini bisa terus solid. Tidak mudah terpecah karena konflik kepentingan semata. Dahulukan kepentingan Umat dan Bangsa," tegasnya.

Utang dan BBM

Suara umat Islam tidak akan ke Jokowi karena umat kecewa dengan utang luar negeri terus mengalami kenaikan. Bahkan tarif listrik juga akan dinaikkan. Selain itu, harga BBM seperti bensin,  solar juga akan dinaikan, harga elpiji dan sembako juga akan terus naik. Parahnya lagi beras, jagung, kedelai, gula, garam justru impor sehingga membuat penghasilan petani semakin merosot.

“Di era Jokowi juga membuat pekerja asing terutama Tiongkok semakin membanjiri Indonesia. Akibatnya banyak proyek-proyek seperti tol, pelabuhan, bandara yang bisa dikerjakan bangsa Indonesia tapi diserahkan ke Tiongkok. Selain itu semakin banyak proyek infrastruktur baru yang diresmikan menjadi  ambruk,” papar Aminudin.

Di era Jokowi juga membuat tanah dan rumah rakyat bawah yang digusur paksa demi proyek kalangan atas seperti Bandara Kulonprogo dan Bandara Majalengka. Selain itu subsidi untuk rakyat bawah dan petani seperti pupuk, benih padi, kereta ekonomi, listrik, BBM dan sebagainya dicabut dan dialihkan untuk mensubsidi pejabat dan konlomerat. Selain itu tarif pajak akan naik tinggi  sehingga membuat dunia usaha makin sulit berkembang. Saat ini nilai tukar rupiah juga makin hancur atas mata uang asing terutama Dollar.

"BUMN - BUMN seperti Pertamina,  Garuda dan sebagainya terus merugi. Ormas-ormas dan tokoh yang kritis juga dibubarkan dan dikriminalisasi. Era pemerintahan sekarang sibuk membuat sinetron bersambung dengan judul “Pencitraan”," paparnya.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com